GoT Pada Pidato Jokowi

VNewsIndonesia | Pidato Jokowi yang menarasikan Game Of Throne pada IMF & WB MEETING menuai berbagai tanggapan, pada umumnya menilai positif, membanggakan dan cerdas, namun beberapa menanggapi negatif.

Game of Throne yang berpusat pada Tahta Besi Tujuh Kerajaan, menceritakan tiga topik, yaitu pertikaian di antara keluarga bangsawan dinasti yang berlomba-lomba mengklaim tahta atau memperjuangkan kemerdekaan dari tahta, kembalinya keturunan penguasa terakhir yang digulingkan dan tuduhan terhadap persaudaraan yang berpihak kepada kerajaan melawan ancaman kuno dari bangsa yang ganas dan makhluk legendaris yang terletak jauh di utara.

Dengan gambaran topik itu pastilah kental dengan kekerasan, juga di warnai dengan adegan ketelanjangan dan kekerasan seksual, hal ini dijadikan fokus kritikan sebagian kecil lawan politik Jokowi, padahal kalau mau jujur dan cerdas mencermati isi pidato Jokowi, disana terkandung pesan moral tentang konfrontasi dan perselisihan yang terjadi di Indonesia, padahal kental dengan agama, juga di berbagai belahan dunia lainnya, termasuk perang dagang antara Amerika dengan China yang telah mengakibatkan penderitaan bagi rakyat, khususnya di negara miskin dan negara berkembang lainnya. Dalam pidato itu dengan jelas tersirat pertanyaan apakah pemenang akan puas dengan kemenangannya diatas penderitaan pihak lain ?, bagi kita di negeri tercinta ini, apakah negara kita yang kental agama masih relevan mengedepankan konfrontasi dan perselisihan dalam mencapai tujuan ?.

Narasi pidato di susun dengan cerdas, komunikatif dan melenial, di sampaikan dengan simpatik, walaupun isinya penuh sindiran, tetapi pihak yang di sindir, walaupun merasa di sindir, tidak menjadi tersinggung, bahkan merasa terkesan, sehingga semua melakukan standing aplaus yang cukup lama.

Kalau pemimpin dan peserta IMF Meeting yang semuanya terpelajar, pintar dan memiliki wawasan luas bisa dengan tulus memuji Jokowi, mengapa di dalam negeri banyak yang nyinyir menanggapinya ?, begitulah kalau ada udang di balik bakwan, yang membuat bakwannya jadi enak.

Penulis: V.E. Simanjuntak
(Dikutip dari akun FB Victor Simanjuntak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *