Kisah Namboru Dohar Bikin Lagu Tentang Jokowi

VNewsIndonesia | Mengenakan celana kolor dan kaus berwarna hijau muda, Namboru Dohar menggelar ombus-ombus dagangannya di Pasar Sibolga, Sumatera Utara. Dompet berwarna merah kesayangannya, tampak ia jepit kencang di ketiak kiri.

Dengan telaten boru Situmorang―yang karib disapa Namboru Dohar―tersebut, menawarkan kue kukus berbahan tepung dengan kelapa dan gula itu, kepada orang-orang yang berlalu lalang di depan lapaknya.

Melewati hari di pasar tempat ia menggantungkan nafkah, dengan riang gembira ia kerap terlihat menyenandungkan lagu berbahasa Batak.

Bukan lagu sembarang lagu. Ini adalah lagu tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ia gubah sendiri.

Untuk bisa dilagukan seperti itu, Namboru Dohar mengaku menghabiskan kertas berlembar-lembar saat menuliskan liriknya. “Saya menghabiskan 50 lembar kertas,” katanya, menjelaskan.

Liriknya sungguh bernas. Hasil kerja nyata dan gebrakan Jokowi dalam memimpin bangsa, tanpa ragu semua ia tuangkan ke dalam lagu.

Namboru Dohar, misalnya, memasukkan program BPJS, Kartu Indonesia Pintar, program Keluarga Harapan, juga tentang Jokowi yang berkunjung ke Samosir, beberapa waktu lalu.

Perhatian Jokowi terhadap masyarakat yang terkena bencana alam seperti di Lombok, tak luput ia masukkan ke dalam lirik lagu.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan aksinya menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan di laut Indonesia turut ia selipkan pada lagu.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, begini kira-kira lirik lagu Namboru Dohar:

Masyarakat bilang, pak Jokowi presiden kita.

Apalagi bagian Papua pasti memilih Jokowi.

Dari Sabang sampai Merauke, pak Jokowi presiden kita.

Kenapa pak Jokowi? Karena bagus kerjanya. Ada masyarakat dapat BPJS/kartu sehat. Apalagi anak sekolah dapat Kartu (Indonesia) Pintar.

Ada juga masyarakat dapat renovasi rumah. Ada juga rakyatnya dapat (program) Keluarga Harapan.

Masalah korupsi diberantas pak Jokowi. Apalagi narkoba dimusnahkan pak Jokowi.

Kenapa dimusnahkan? Karena tidak baik untuk masyarakat.

Terimakasilah pak Jokowi.

Reff:
Terima kasih Tuhan untuk pak Jokowi, semua diperhatikan rakyat yang miskin.

Kita sudah tahu, kerjanya bagus. Sudah jelas kita tahu, pak Jokowi presiden kita karena bagus kerjanya. Pak Jokowi presiden kita karena bagus kerjanya.

Apapun yang terjadi beliau pergi melihat/berkunjung ke lokasi gempa bumi di Lombok.

Masalah bom gereja, diamankan pak Jokowi. Datang pak Jokowi (perintahkan) amankan aparat.

Pergi ke Papua melihat masyarakatnya. Datang ke Samosir melihat pariwisata. Datang ke Barus, peletakan batu pertama itulah mulanya agama muslim (mungkin maksudnya, awal agama Islam di Barus, Sumatera Utara).

Kembali ke Reff

Masalah yang di laut dilarang Menteri Susi. Kenapa dilarang?

Karena gak bisa kapal ferry (kapal besar). Kalau kapal biasa bisanya kita ke laut. Perhatikanlah pak kalian yang kerjanya ke laut.

Di kanal YouTube Liputan Ringo disebutkan, suami Namboru bekerja sebagai penarik becak. Pasangan suami-istri ini dikaruniai tiga anak. Ada yang bekerja di Samosir, ada pula yang merantau di Jakarta.

Namboru Dohar mengaku terkejut bukan kepalang aksinya bernyanyi di pasar menjadi viral.

Lagu itu kini banyak dinyanyikan orang. Ada penyanyi Batak yang membuat covernya, termasuk ada pula yang mendengangkannya dalam irama dangdut.

Tak cuma itu. Namboru Dohar jadi kerap diwawancarai jurnalis. Pernah pula ia diundang menjadi bintang tamu di sebuah acara deklarasi masyarakat Batak pendukung Presiden Jokowi di Jakarta.

Melalui cara yang ia bisa, Namboru Dohar mengungkapkan luapan cinta kepada Jokowi. Ia seperti mewakili perasaan rakyat Indonesia lainnya yang menginginkan Jokowi untuk kembali menjadi presiden.

Ingin melihat aksi Namboru Dohar menyanyi di pasar? Ini salah satu videonya di YouTube.

One Comment on “Kisah Namboru Dohar Bikin Lagu Tentang Jokowi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *