Kerja Nyata Jokowi: Hadirkan Listrik Gratis untuk Keluarga Miskin (6)

VNewsIndonesia | Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat menyusuri gang-gang kecil pemukiman warga di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 2 Desember lalu.

Di sana, Jokowi meninjau langsung pelaksanaan program BUMN Hadir untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis bagi Keluarga Tak Mampu. Program ini merupakan bagian kegiatan Sinergi BUMN yang beranggotakan perusahaan-perusahaan pelat merah.

PT PLN (Persero) dan Asosiasi Instalatir memberikan keringanan biaya penyambungan dan pemasangan instalasi sebesar 50 persen, sehingga biaya yang dibayar oleh Sinergi BUMN hanya Rp 500 ribu.

Program ini merupakan tahap awal, dengan menyasar 130.248 kepala keluarga (KK) di delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Jokowi secara simbolis mengaktifkan aliran listrik ke rumah warga dengan menekan tombol miniature circuit breaker (MCB).

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), di Jawa Barat terdapat 235.756 masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik PLN karena tergolong tidak mampu.

Sebagian masyarakat tidak mampu tersebut memang ada yang rumahnya telah terhubung dengan listrik, tetapi melalui cara levering, atau menyambung dari tetangga dengan biaya sekitar Rp 40-50 ribu per bulan. Itu pun hanya mampu untuk menghidupi lampu penerangan, tanpa alat elektronik lainnya.

Melalui sambungan listrik PLN secara langsung, masyarakat dapat menikmati listrik berbiaya sekitar Rp 30 ribu per bulan, untuk semua keperluan.

Sebelumnya pada Juli 2018 lalu, enam proyek pembangkit listrik di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah diresmikan pencanangan pembangunannya oleh Jokowi. Pengoperasian proyek pembangkit listrik itu mampu menyerap 5.400 tenaga kerja domestik.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir, mengungkapkan, dari beroperasinya pembangkit listrik dengan total daya 545 MW itu dapat meningkatkan pelayanan PLN untuk mencukupi kebutuhan listrik di Sulawesi.

Sebelum peresmian tersebut, Jokowi juga telah meresmikan PLTB Sidrap di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Sulawesi Selatan.

Dari enam proyek pembangkit listrik di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah yang diresmikan itu, tiga di antaranya telah beroperasi yakni Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, dan PLTU IPP Jeneponto Ekspansi.

Enam proyek pembangkit listrik itu merupakan bagian dari Program 35 ribu Mega Watt (MW) yang dicanangkan sejak 2015. Atas program tersebut, kini lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mengatakan, rasio elektrifikasi nasional hingga kuartal ketiga 2018 mencapai 98,05 persen. Ia menargetkan, hingga akhir tahun 2018 rasio eletrifikasi meningkat hingga 98,3 persen.

Jonan menjelaskan, rasio elektrifikasi nasional dari tahun ke tahun terus meningkat. Saat ini, kata Jonan, masih ada 2 persen atau sekitar 5 juta warga Indonesia belum menikmati listrik.

Pada era pemerintahan Jokowi rasio elektrifikasi sangat berkembang pesat. Direktur Jenderal Kelistrikan Jarman, mengungkapkan, pada 2014 masih ada 50 juta masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan pasokan listrik. Saat ini hanya tinggal 5 juta saja yang belum menikmati aliran listrik.

Ini artinya, selama empat tahun masa kepemimpinan Jokowi, ia telah memberikan aliran listrik kepada lebih dari 45 juta masyarakat.

Pada 2019, pemerintah menargetkan 99,99 persen masyarakat Indonesia harus mendapatkan aliran listrik. (bersambung/HAM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *