Kerja Nyata Jokowi: Mewujudkan Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas (5)

VNewsIndonesia | Pagi tadi, Indonesia menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang dipusatkan di area Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin langsung acara ini menegaskan, Indonesia akan terus berkomitmen untuk memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Langkah konkretnya, tak hanya mengesahkan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Jokowi juga mewujudkan implementasi serta pelaksanaannya, seperti menjamin hak hidup, pekerjaan, pendidikan, akses fasilitas, hak bebas dari stigma, kesejahteraan sosial, termasuk pelayanan publik bagi penyandang disabilitas.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan finalisasi penyusunan pembentukan Komisi Nasional Disabilitas.

Ke depan, Komisi ini akan bertugas untuk melakukan capacity building, melakukan pengawasan, kajian, dan memberikan rekomendasi atas implementasi Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Undang-undang juga mengamanatkan lahirnya peraturan-peraturan turunan terkait penghormatan dan perlindungan hak penyandang disabilitas.

Peraturan turunan tersebut, antara lain:
• Peraturan Presiden tentang pembentukan Komisi Nasional Disabilitas (tahap finalisasi).
• Enam peraturan pemerintah (empat di antaranya sudah masuk ke program penyusunan 2018 dan dua sisanya sedang disusun oleh kementerian/lembaga terkait).

Selain itu, melalui program Kementerian Sosial, pemerintah juga membantu para penyandang disabilitas, melalui:

• Program Asistensi Sosial bagi penyandang disabilitas berat kepada 31.448 orang.
• Program Keluarga Harapan bagi penyandang disabilitas berat kepada 73.932 orang.
• Pemberian alat bantu penyandang disabilitas sebanyak 7.070 unit berupa kursi roda, hearing aid, kruk, tongkat netra, kaki palsu, tangan palsu dan lainnya. Alat bantu ini untuk membantu dan memudahkan mobilitas penyandang disabilitas.

Pada tahun ini sebanyak 119.311 penerima manfaat dari penyandang disabilitas sudah menerima PKH. Total bantuannya mencapai Rp 238.622.000.000.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memastikan penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas tidak  akan berhenti pada gelaran Asian Para Games saja.

Pemerintah pun akan menggandeng para penyandang disabilitas dalam perencanaan dan penyediaan fasilitas. Langkah ini dilakukan agar fasilitas yang dibangun tepat sasaran, secara fisik maupun pelayanan.

Penyediaan fasilitas untuk disabilitas ini tidak hanya dibangun di Jakarta, tapi juga akan terus meluas ke kota-kota lain di Indonesia.

Untuk diketahui, sejak 1992, setiap 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional atau the United Nations International Day of Persons with Disabilites/UN IDPD.

Penetapan ini didasarkan pada Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 47/3 pada 1992.

Atas prakarsa tersebut, Indonesia pun berikhtiar untuk mewujudkan pemenuhan hak bagi para penyandang disabilitas.(bersambung/MOH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *