Kecebong, Cikal Bakal Binatang yang Bertasbih Kepada Allah

VNewsIndonesia| Katak merupakan salah satu hewan yang mendapatkan pembahasan khusus di dalam Islam. Binatang yang selalu riuh rendah suaranya kala musim hujan, merupakan binatang yang istimewa. Termasuk rekam jejak bangsa katak yang pernah memiliki andil besar berupaya memadamkan api kala Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namruz.

Banyak hadist yang khusus membahas tentang keistimewaan katak, yang berasal dari kecebong. Berikut beberapa hadistnya:

Diriwayatkan oleh Abu Dawud (275H) rahimahullah dalam kitabnya “As-Sunan” 4/7 no.3871, dan An-Nasa’iy (303H) rahimahullah dalam kitabnya “As-Sunan” 7/210 no.4355:

عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ: «أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ، فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا»

Abdurrahman bin Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata: Seorang dokter bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kodok yang dijadikan obat, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuhnya.

Hadits ini di-sahih-kan oleh Imam Al-Hakim (405H), dan Adz-Dzahabiy (748H) rahimahumallah. [Al-Mustadrak 4/455]. Di-sahih-kan juga oleh syekh Albaniy rahimahullah dalam kitabnya “Sahih At-Targiib” 3/86 no.2991.

Hadits yang dirawikan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Diriwayatkan oleh Abdurrazaaq (211H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Mushannaf” 4/446 no.8392:

عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كَانَتِ الضُّفْدَعُ تُطْفِئُ النَّارَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، وَكَانَ الْوَزَغُ يَنْفُخُ فِيهِ، فَنُهِيَ عَنْ قَتْلِ هَذَا، وَأُمِرَ بِقَتْلِ هَذَا»

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dulunya kodok memadamkan api dari nabi Ibrahim (ketika dibakar), sedangkan cicak menghidupkannya padanya, maka dilarang membunuh ini (kodok) dan diperintahkan membunuh ini (cicak)”.

Pentahqiq musnad Ahmad cetakan Muassasah Ar-Risalah 41/81 menghukumi hadits ini sanadnya sahih sesuai dengan syarat Imam Bukhari dan Muslim.

Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan oleh Abdurrazaaq dalam kitabnya “Al-Mushannaf” 4/446 no.8393:

قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ الشَّامِيُّ، عَنْ أَبَانَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمِّنُوا الضُّفْدَعَ؛ فَإِنَّ صَوْتَهُ الَّذِي تَسْمَعُونَ تَسْبِيحٌ، وَتَقْدِيسٌ، وَتَكْبِيرٌ، إِنَّ الْبَهَائِمَ اسْتَأْذَنَتْ رَبَّهَا فِي أَنْ تُطْفِئَ النَّارَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، فَأَذِنَ لِلضَّفَادِعِ فَتَرَاكَبَتْ عَلَيْهِ، فَأَبْدَلَهَا اللَّهُ بِحَرِّ النَّارِ الْمَاءَ»

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berilah keamanan bagi kodok (jangan dibunuh), karena sesungguhnya suaranya yang kalian dengan adalah tasbih, takqdis, dan takbir. Sesungguhnya hewan-hewan meminta izin kepada Rabb-nya untuk memadamkan api dari Nabi Ibrahim, maka diizinkanlah bagi kodok. Kemudian api menimpanya maka Allah menggantikan untuknya panas api dengan air”.

Sanad hadits ini sahih, Abu Sa’id Asy-Syaamiy Ibrahim bin Abi ‘Ablah[1] (152H), dan Abaan bin Shaalih[2] keduanya tsiqah (periwayatan haditsnya sahih).

Catatan: Masih ada beberapa hadist yang membahas tentang kemuliaan katak dan keutamaannya.(acehtrend)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *