Pertarungan Menuju Banda Aceh: Dinamika Politik di Tengah Ambisi dan Harapan

0
Irwan Djohan

VNEWS– Di tengah riuhnya hiruk-pikuk Banda Aceh, atmosfer politik semakin memanas. Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh periode 2024-2029 diprediksi bakal berlangsung sengit. Sejumlah tokoh populis, termasuk mantan wakil wali kota, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aceh, dan pengusaha, telah menyatakan kepercayaan diri mereka untuk bertarung demi menjadi pemenang dalam kontestasi yang penuh ambisi ini.

Langit Banda Aceh tampak cerah di pagi itu, menyiratkan awal dari sebuah pertarungan politik yang penuh gairah dan strategi. Beberapa tokoh yang telah mendeklarasikan diri menjadi bakal calon wali kota antara lain anggota DPRD Aceh Teuku Irwan Djohan; Wakil Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022 Zainal Arifin; Manajer Tim Sepak Bola Persiraja Banda Aceh Ridha Mafdhul, dan politisi perempuan Kartini. Masing-masing dengan visi dan misi yang ingin diwujudkan untuk Banda Aceh yang lebih baik.

Di luar tokoh-tokoh tersebut, partai politik juga telah mempersiapkan kader terbaiknya. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memunculkan beberapa nama, di antaranya Ketua DPRD Kota Banda Aceh Farid Nyak Umar dan anggota DPR RI Nasir Djamil. Sementara itu, Partai Nasdem mengusung Heri Julius, yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Banda Aceh dan anggota DPRD Banda Aceh. Partai Demokrat memilih Arief Fadhilah, anggota DPRD Aceh 2024-2029 terpilih, sedangkan Golkar mengusung Sabri Badrudin, anggota DPRD Banda Aceh.

Ketika dihubungi pada Kamis (25/4/2024), Teuku Irwan Djohan menyatakan bahwa Pilkada 2024 menjadi kesempatan terakhir baginya untuk mencalonkan diri, baik secara usia maupun momentum situasi politik. “Usia saya saat ini 53 tahun. Jika menunggu periode selanjutnya, secara usia tidak cocok lagi. Wali kota harus usia muda, punya jiwa kreatif,” kata Irwan.

Irwan Djohan, seorang tokoh populer di Banda Aceh, telah mengukir perjalanan panjang dalam dunia politik. Pada tahun 2012, ia pernah menjadi calon wali kota jalur independen namun kalah. Karier politiknya berlanjut dengan terpilih menjadi anggota DPRD Aceh dua periode, 2014-2024, melalui Partai Nasdem. Saat ini, dia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Nasdem Aceh. Meskipun belum mendapatkan restu dari partainya untuk maju sebagai calon wali kota, Irwan tetap optimis dan siap menempuh jalur independen jika diperlukan.

Di sudut lain Banda Aceh, Zainal Arifin, yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022, juga bersiap untuk kembali berjuang. Tanpa partai yang mendukung, Zainal memilih jalur perseorangan, bahkan telah mulai mengumpulkan salinan kartu tanda penduduk sebagai syarat mendaftar bakal calon.

Sementara itu, partai politik tidak tinggal diam. PKS sebagai pemenang dalam Pemilu 2024 di Banda Aceh telah mempersiapkan beberapa nama sebagai calon. Salah satunya adalah Farid Nyak Umar, Ketua DPD PKS Banda Aceh dan Ketua DPRD Banda Aceh 2019-2024. Dalam Pemilu 2024, Farid kembali terpilih sebagai anggota Dewan 2024-2029, menjadikannya salah satu kandidat kuat yang diusulkan partainya.

Ketua Tim Penjaringan Calon Wali Kota dari PKS, Zulfikar Abdullah, mengungkapkan bahwa ada delapan nama bakal calon wali kota Banda Aceh yang sedang dipertimbangkan. Namun, Farid adalah figur paling populer di kalangan kader dan pengurus PKS. “Nama-nama calon usulan kader dan pengurus PKS, dan tim akan terus bekerja sehingga nanti akan direkomendasikan sejumlah nama yang akan disampaikan ke tingkat wilayah,” kata Zulfikar.

Di tengah berbagai persiapan dan deklarasi, setiap langkah para calon diwarnai oleh intrik politik dan strategi yang matang. Pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh dibuka mulai 27 Agustus sampai 28 Agustus 2024, dengan penetapan pasangan calon pada 22 September 2024 dan pemungutan suara pada 27 November 2024.

Seiring waktu berjalan, ketegangan dan antusiasme semakin memuncak. Setiap calon membawa harapan dan mimpi mereka untuk Banda Aceh. Dengan berbagai tokoh populis dan partai politik yang siap bertarung, Pilkada Banda Aceh 2024-2029 dipastikan akan menjadi ajang persaingan yang sengit dan menarik untuk diikuti. Di balik setiap suara yang diberikan, terletak harapan warga Banda Aceh akan masa depan kota yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih maju.

4o

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *