Pemerintah Jokowi Mulai Khawatir Indonesia Gagal Jadi Negara Maju

0

VNEWS– Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Namun, di balik visi ini, terdapat kekhawatiran yang mendalam bahwa mimpi tersebut mungkin tidak akan tercapai, dan Indonesia bisa terperangkap dalam jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menyatakan bahwa untuk keluar dari middle income trap, pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita Indonesia harus mencapai 7.500 dollar AS pada tahun 2029. Hal ini hanya mungkin jika ekonomi Indonesia tumbuh secara berkelanjutan dengan tingkat 6 persen setiap tahunnya.

Suharso menekankan, “Kalau kita bisa mencapai 7.500 dollar AS per kapita, maka window opportunity dalam 2025 ke 2029 mudah-mudahan membawa kita on track mencapai (GNI per kapita) 26.000 dollar AS ke atas pada 2045.” Namun, tantangan besar masih menghadang. Berdasarkan data Bank Dunia, GNI per kapita Indonesia pada tahun 2022 baru mencapai 4.580 dollar AS. Artinya, masih ada selisih 2.920 dollar AS yang harus dikejar dalam waktu kurang dari enam tahun. “Kalau ini enggak tercapai, kami khawatir, seperti kekhawatiran kita semua,” kata Suharso dengan nada serius.

Tantangan Besar di Depan Mata

Pertumbuhan populasi dunia yang diproyeksikan akan mencapai 9 miliar pada tahun 2048 menambah lapisan kompleksitas bagi Indonesia. Dengan semakin banyaknya penduduk global, persaingan untuk merebut “kue” ekonomi akan semakin sengit.

“Kalau kita tidak aware, kita lewat itu, saya setuju itu,” ujar Suharso, menggarisbawahi pentingnya kesadaran dan tindakan cepat untuk mencapai target tersebut.

Namun, kritik terhadap pemerintah tidak bisa diabaikan. Banyak pihak yang berpendapat bahwa meski target tersebut ambisius, langkah-langkah konkret untuk mencapainya masih kurang jelas dan terencana dengan baik. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

Kebijakan yang Harus Ditinjau

Selain itu, kebijakan ekonomi yang inkonsisten dan korupsi yang merajalela menjadi penghalang besar bagi Indonesia untuk keluar dari middle income trap. Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus pada pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan teknologi menjadi beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan. Pemerintah harus bekerja sama dengan sektor swasta dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Masa Depan yang Tidak Pasti

Meskipun pemerintah telah mulai membangun fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, jalan menuju status negara maju tidak akan mudah. Diperlukan sinergi dari berbagai sektor, kebijakan yang konsisten, serta komitmen kuat dari seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan bahwa mimpi besar ini tidak kandas di tengah jalan.

Indonesia berada di persimpangan antara mencapai kemajuan luar biasa atau terjebak dalam stagnasi. Masa depan bangsa terletak di tangan pemerintah dan rakyatnya yang siap berjuang demi visi yang lebih besar. Namun, tanpa tindakan yang konkret dan terarah, target menjadi negara maju pada tahun 2045 bisa jadi hanya akan menjadi mimpi belaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *