Rupiah Semakin Tak Berdaya, Jokowi Gelar Rapat Terbatas

0

Istana Kepresidenan

VNEWS-Langit senja di atas Istana Kepresidenan Jakarta tampak merona kemerahan, seolah turut merasakan keprihatinan negeri atas nasib rupiah yang terkulai di hadapan dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah kini menyentuh angka Rp16.400 per USD, bahkan hingga akhir sesi perdagangan hari ini, kurs rupiah masih terperosok di posisi Rp16.454 per USD. Di tengah kegelisahan yang melanda, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri dalam sebuah rapat terbatas, berusaha merumuskan langkah-langkah penyelamatan.

Dalam suasana yang penuh ketegangan dan harapan, Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. Wajahnya tampak serius namun tetap tenang, mencerminkan keteguhan seorang pemimpin ekonomi di saat-saat krisis. “Iya, pembahasan nilai tukar rupiah terhadap dollar,” ujar Sri Mulyani singkat namun penuh makna, seakan menggambarkan beratnya tanggung jawab yang ia emban.

Bukan hanya Sri Mulyani yang hadir, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga turut serta dalam rapat penting ini. Kehadiran mereka menyiratkan kolaborasi dan sinergi antar lembaga demi menemukan solusi terbaik.

Sementara itu, di tempat yang berbeda namun masih dalam naungan hari yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pandangannya dalam sebuah konferensi pers. “Apakah BI masih meyakini rupiah ke depan menguat? Yes. Fundamentalnya akan menguat, tapi dari gerakan bulan ke bulan, faktor-faktor informasi dan sentimen akan membuat volatilitas naik turun,” katanya, penuh keyakinan. Kata-kata Perry bak mantra penguat yang diharapkan mampu menenangkan hati masyarakat.

Namun, tidak berhenti di sana, Perry juga memaparkan obat mujarab yang disiapkan BI. “Lalu obatnya bagaimana? Jamunya apa? Di moneter, ada tiga instrumen. Satu intervensi, kedua menaikkan suku bunga SRBI, dan yang ketiga adalah BI rate,” jelas Perry dengan tegas. Strategi ini, menurutnya, sudah diracik dengan hati-hati dan kini tinggal menunggu waktu untuk diimplementasikan secara optimal.

Bank Indonesia telah mengombinasikan intervensi dengan memperkuat operasi moneter yang pro-market. Instrumen SRBI (Sekuritas Rupiah BI) diandalkan untuk menarik lebih banyak aliran modal asing, menambah supply, dan mengembalikan stabilitas yang selama ini terombang-ambing oleh dinamika pasar global.

Senja berganti malam, namun kerja keras para pemimpin negeri ini belum berakhir. Di balik dinding Istana, diskusi dan strategi terus digodok, mencari jalan terbaik bagi rupiah. Masyarakat menanti dengan harap, agar esok hari rupiah kembali menguat, mengiringi langkah bangsa yang tetap tegar menghadapi segala tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *