Putus Asa di Tengah Harapan: Investasi Asing di Ibu Kota Nusantara yang Tak Kunjung Terwujud

0

VNEWS- Di tengah gemerlap janji kemajuan dan pembangunan, Ibu Kota Nusantara (IKN) kini berada di ujung tanduk ketidakpastian. Plt Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dengan wajah penuh kekhawatiran mengungkapkan kenyataan pahit tentang investasi asing yang masih tak kunjung terealisasi di proyek ambisius ini. Harapan besar yang digantungkan pada investor asing untuk memacu pembangunan IKN ternyata hingga kini belum juga berbuah manis.

Sejak awal masa jabatannya, Basuki berusaha keras menarik perhatian investor asing. Meski beberapa investor menunjukkan ketertarikan, langkah konkret mereka masih nihil. Dalam sebuah wawancara di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, pada Jumat (21/6/2024), Basuki mengakui bahwa belum ada satu pun Memorandum of Agreement (MoA) yang ditandatangani, apalagi groundbreaking yang diharapkan dapat dilakukan pada bulan Juli mendatang.

“Kita belum melihat ada realisasi. Mudah-mudahan segera ada. Pak Presiden juga minta agar segera dilakukan MoA dengan investor asing untuk bisa di-groundbreaking Juli,” ungkap Basuki dengan nada yang terdengar penuh harap namun juga diliputi ketidakpastian.

Ironi ini semakin mendalam ketika Basuki mengungkapkan pandangan investor mengenai imbal hasil yang diharapkan. Berdasarkan pengalamannya sebagai Menteri PUPR, investor, baik asing maupun domestik, berharap mendapatkan Internal Rate of Return (IRR) atau imbal hasil di atas 12 persen. “Pengalaman kami di PUPR begitu, kalau di bawah 11 persen pasti ada dukungan konstruksi. Ini di atas 12 persen pasti sudah purely direct investment,” jelasnya.

Namun, kenyataan di lapangan seolah menentang semua harapan ini. Meski IKN menawarkan IRR yang menggiurkan, ketakutan dan keraguan masih menyelimuti para investor. Ketidakpastian politik, regulasi yang masih abu-abu, serta berbagai risiko lainnya menjadi bayang-bayang yang menakutkan bagi mereka.

Di tengah segala persiapan dan perencanaan yang telah dilakukan, IKN saat ini seperti sebuah kapal megah yang terombang-ambing di tengah lautan tanpa arah pasti. Harapan akan perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini kini tampak kian redup, terhalang oleh bayang-bayang ketidakpastian dan keraguan yang tak kunjung terjawab.

Basuki, dengan segala usaha dan harapannya, kini hanya bisa berharap bahwa momentum ini akan segera berubah. Bahwa investasi asing yang diharapkan mampu menjadi katalis utama pembangunan IKN akan segera terealisasi. Namun, dengan setiap hari yang berlalu tanpa adanya kepastian, rasa putus asa perlahan tapi pasti mulai merayapi hati dan pikiran mereka yang terlibat dalam proyek ini.

Adakah harapan yang tersisa di balik semua ketidakpastian ini? Ataukah Ibu Kota Nusantara akan menjadi satu lagi mimpi besar yang terperangkap dalam bayang-bayang ketidakmungkinan? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Hingga saat itu tiba, kita hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas, menyaksikan babak demi babak dari drama besar pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *