Diundang Jokowi untuk Investasi, CEO Apple Malah Buka Apple Store di Malaysia

0

VNEWS– Di balik megahnya Istana Merdeka, kala itu, senyum lebar terpancar dari wajah Presiden Jokowi. Ia berdiri berdampingan dengan CEO Apple, Tim Cook, sambil membahas investasi besar yang konon akan mengalir ke Indonesia. “Kita akan bangun Apple Store di sini,” katanya penuh semangat, seakan menyalakan lentera harapan bagi jutaan penggemar Apple di Tanah Air.

Namun, seiring berjalannya waktu, harapan itu perlahan memudar, seperti awan yang menghilang di balik cakrawala. Janji-janji manis yang terucap dari mulut pemimpin negeri ini ternyata tak lebih dari bualan kosong yang membuat rakyatnya terjebak dalam ilusi yang tak kunjung terwujud.

Di negeri jiran, Malaysia, para Apple Fanboy merayakan pembukaan Apple Store pertama di Kuala Lumpur. Kehadiran “Apple The Exchange TRX” pada 22 Juni 2024 menjadi penanda kebahagiaan yang meluap-luap. Tapi, di sini, di Indonesia, yang kita temui hanyalah kecewa yang mendalam. Indonesia masih menunggu, seperti pungguk merindukan bulan.

Pemberi Harapan Palsu: Janji yang Tak Kunjung Terpenuhi

Pertemuan antara Jokowi dan Tim Cook yang penuh janji tersebut kini terasa hambar. Ketika April lalu, CEO Apple itu melangkah di atas karpet merah Istana, banyak yang berharap ini adalah awal mula kehadiran Apple Store di Indonesia. Tapi, kenyataannya, Apple malah membuka toko pertamanya di Malaysia, melewati Indonesia yang hanya mendapatkan janji-janji yang entah kapan akan dipenuhi.

“Investasi senilai Rp 1,6 triliun,” begitu bunyi berita saat itu. Tapi, seperti angin berlalu, komitmen tersebut hilang tanpa jejak. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu, seakan terdiam dalam kebingungan. Hingga akhir April, belum ada konfirmasi dari Apple terkait realisasi investasi tersebut. Hanya janji, yang tak lebih dari PHP – Pemberi Harapan Palsu.

Ketidakpastian di Tengah Promosi Besar-besaran

Ironisnya, di tengah janji yang menggantung ini, Apple justru gencar beriklan di Indonesia. Dari YouTube, TikTok, hingga televisi, iklan-iklan Apple memenuhi layar dengan bahasa Indonesia yang fasih, seolah ingin menyapa lebih dekat. Tapi, kenyataannya, kehadiran Apple Store masih jauh dari pandangan.

Akun YouTube @AppleIndonesia terus memposting video yang diterjemahkan, menambah harapan yang seakan nyata. Tapi di balik itu semua, harapan untuk memiliki Apple Store di Indonesia masih sebatas angan-angan.

Realitas Pahit: Investasi yang Lebih Besar di Negeri Tetangga

Tak hanya soal Apple Store, investasi Apple di negara-negara tetangga juga jauh lebih besar. Di Vietnam, Apple menanamkan investasi senilai Rp 255 triliun dan menciptakan 200.000 lapangan pekerjaan. Sementara di Singapura, Apple menginvestasikan sekitar Rp 4 triliun untuk memperluas kantornya di Ang Mo Kio. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya dijanjikan Rp 1,6 triliun untuk Apple Developer Academy di Bali, yang hingga kini pun belum ada kabar kelanjutannya.

Jokowi dan Janji yang Kosong

Presiden Jokowi, yang semula berbicara lantang tentang investasi Apple, kini seakan menjadi tokoh dalam drama penuh ironi. Bualannya tentang kehadiran Apple Store di Indonesia ternyata hanya sekadar kata-kata manis tanpa tindakan nyata. Janji investasi yang diucapkan di hadapan rakyatnya kini hanyalah bayang-bayang yang menambah kekecewaan.

Harapan yang Masih Menggantung

Para Apple Fanboy di Indonesia kini hanya bisa menatap iri ke negeri tetangga. Janji yang dulu disampaikan dengan penuh harapan kini menjadi kenangan pahit. Seperti dongeng yang tak berakhir bahagia, mereka masih menanti dengan sabar, berharap bahwa suatu hari nanti, janji manis itu akan menjadi nyata. Namun, sampai kapan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *