Ajakan Mantan Panglima GAM Kampanyekan Prabowo di Mimbar Mesjid Dianggap Menyalahi Aturan Kampanye

VNEWS.ID | Mantan Panglima GAM yang juga Ketua DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem  mengajak para ulama di Aceh untuk mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga melalui mimbar-mimbar masjid.  Ajakan  disampaikan  Muzakir Manaf pada acara pelantikan pengurus Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Gerindra di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin (1/10/2018) malam.

Menanggapi ucapan Mualem tersebut, Ketua  Seknas Jokowi Aceh Mohd Jully Fuady menyampaikan agar ajakan  supaya para ulama mengkampanyekan Capres Prabowo Subianto di mimbar-mimbar masjid harus diabaikan karena melanggar ketentuan hukum sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu yaitu pada pasal 280 ayat (1) huruf h.

Jika ini tetap dilakukan maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat harus melarang dan melakukan tindakan dalam kapasitas sebagai Penyelanggara  Pengawas Pemilihan Umum.

Selain alasan melanggar hukum, ajakan tersebut juga harus diabaikan demi menjaga ukhuwah Islamiyah dan silaturrahim sesama jamaah masjid dan masyarakat.

Menurut Mohd Jully Fuady, jika itu tetap dilakukan maka akan berpotensi terjadi kesalahpahaman dan konflik sosial yang tidak perlu.

Selain itu ketua Seknas Jokowi  menambahkan dalam masa kampanye ini marilah berkampanye secara etis dengan lebih mementingkan persatuan dan kesatuan masayarakat Aceh di tengah tantangan pembangunan yang sedang terjadi.

“Masjid senantiasa menjadi tempat bertafakkur dan membangun kohesi sosial yang baik, memang tidak ada larangan dalam ajaran agama untuk menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan politik sepanjang yang disampaikan itu adalah nilai dan etika berpolitik”. Ujarnya.

Ketua Skenas Jokowi Aceh, Jully Fuady mengkhawatirkan jika masjid dijadikan ajang pertarungan politik praktis, maka agama akan dijadikan justifikasi untuk menyalahkan dan mengkafirkan pihak lain,  padahal Pilpres hanyalah agenda konstitusional untuk memilih pemimpin bangsa dan membangun negara menjadi ironi, cita-cita itu hilang dikarenakan muncul kebencian dan fitnah yang dibaluti oleh agama karena perbedaan pilihan Capres cawapres  saja ujarnya di Banda Aceh.

Baca Juga :  Prabowo Sempat Geretak Penonton yang Tertawa, TKN Jokowi: Itu Aslinya Keluar

Terkait hal ini, Seknas Jokowi Aceh, akan terus berupaya menyarankan agar semua pengurus masjid yang ada supaya lebih arif dan tegas demi kepentingan yang lebih besar serta akan aktif menghalau dan mengambil sikap tegas terhadap setiap berita dan informasi yang disebarkan yang mengandung Hoax dan kebencian SARA, demikian ujar Jully Fuady.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ustaz Muhammad Iwan Setiawan. Munurutnya pernyataan Muzakir Manaf (Ketua Tim Kampanye Capres Prabowo)  sangat tidak tepat menjadikan mimbar untuk mendakwah golongan tertentu.

Islam itu diturunkan Allah bagi seluruh umat manusia, untuk menjadi rahmatan lil alaamin,” katanya.

“Mengapa? Ketika Rasulullah diutus ke permukaan bumi, beliau diperuntukkan oleh Allah untuk semua manusia, alam dan seluruh isinya, perintah dakwah itu bukan hanya untuk manusia yang berada di Arab di masa awal perintah dakwah turun,” kata Ustaz Muhammad Iwan Setiawan.

Hal itu karena, tidak tepat menyatakan mendakwah semata hanya untuk satu kaum meskipun tujuannya dianggap baik, tetapi karena mimbar sebagai simbolik media dakwah adalah milik seluruh umat, maka kembalikan ke azas asal dakwah,” urai Ustaz Iwan.

“Ketika suatu kezaliman terjadi di permukaan dunia, kita diperintahkan untuk memilih pemimpin yang tidak zalim bagi umat, karenanya dakwah yang hanya berafiliasi pada kandidat pemimpin tertentu sepatutnya dihindari, jadikan saja mimbar sebagai ruang pendidikan politik yang baik dan benar, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,” lanjut Ustaz Muhammad Iwan Setiawan.

“Dakwah itu merupakan kewajiban untuk menyampaikan nila-nilai kebaikan untuk seluruh umat, bukan hanya untuk satu golongan saja, satu komunitas atau bahkan hanya untuk satu individu,” anjur Ustaz Iwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *