1,237 DIBACA

Anak Buah Anies Baswedan Kembali Meninggal karena Covid19, Kinerja Anies Dipertanyakan

VNEWS.ID| Setelah Sekda DKI Jakarta Saefullah, kini Pejabat Pemda DKI kembali meninggal dunia akibat infeksi Covid-19. Sabtu (19/9) pukul 11.50 WIB, Camat Kelapa Gading, Jakarta Utara M Hermawan mengembuskan napas terakhirnya.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengonfirmasi kematian Hermawan. “Benar, meninggal pukul 11.50 WIB di Rumah Sakit Sulianti Saroso,” katanya saat dikonfirmasi.

Sigit mengaku belum mengetahui secara detil lokasi pemakaman Hermawan. Yang jelas, dia memastikan protokol pemakaman untuk Hermawan dilakukan berdasarkan pasien meninggal akibat Covid-19.

“Lebih lanjut saya tidak tahu, tapi tata laksananya sesuai protokol Covid.”

Hermawan mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit sejak Selasa (15/9). Hasil swab Hermawan, kata Sigit, menunjukan positif Covid-19.

Anies Dikritik karena Pengadaan Tanaman Pemprov DKI Rp 115,4 M di Tengah Pandemi Covid-19

Sebelumnya Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengkritik rencana pengadaan tanaman oleh Gubernur Anies Baswedan senilai Rp 115,4 miliar pada tahun anggaran 2020.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Viani Limardi mengungkapkan, rencana pengadaan tanaman ini terungkap di laman sirup.lkpp.go.id, yaitu Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP).

“Setiap anggaran yang akan dibelanjakan harus diinput terlebih dahulu ke dalam sistem SiRUP. Setelah itu baru bisa dilakukan proses pengadaan, misalnya lewat pengadaan langsung, tender, atau e-purchasing. Sebaliknya, jika tidak berencana untuk melakukan proses pengadaan, maka tidak perlu input ke sistem SiRUP,” ucap Viani

Anies Dikritik Warga karena Bawa Jenazah Saefullah ke Balai Kota DKI

Anies Baswedan juga mendapat kritikan dari Ketua FAKTA, Azas Tigor Nainggolan yang  melakukan penghormatan terakhir untuk Sekda DKI Jakarta Saefullah yang meninggal dunia positif Corona. Anies disebut seharusnya langsung memakamkan Saefullah sesegera mungkin.

“Seseorang yang positif Corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi COVID-19,” kata Ketua FAKTA, Azas Tigor Nainggolan

“Kenapa jenazah Pak Saefullah, Sekda Jakarta, yang meninggal kenapa dibawa ke Balai Kota? Bukannya jenazah yang meninggal karena positif COVID-19 langsung dimakamkan ke TPU? Jika memang ingin memberi penghormatan terakhir, kenapa tidak Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta yang datang menghampiri jenazah almarhum ke rumah sakit?” ucap Azas.

Azas menilai ada banyak orang yang berkumpul saat penghormatan terakhir untuk Sekda Saefullah di Balai Kota Jakarta. Menurut dia, ini berbahaya.

“Saat di Balai Kota, terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke almarhum. Jelas kejadian tadi menjadi klaster penyebaran COVID-19. Perilaku kesombongan Anies sebagai atasan terhadap bawahannya ini sangat membahayakan menyebarkan COVID-19 dan melanggar hukum,” ucap Azas.

“Sikap ini juga membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak peduli dan tidak memiliki komitmen melindungi warga Jakarta,” ucap Azas

Anak Buah Anies Terpapar Lagi, Total 11 Pejabat DKI Positif Corona

Jumlah pejabat DKI Jakarta yang positif Covid-19 bertambah satu orang. Dengan demikian sudah 11 anak buah Gubernur Anies Baswedan yang terjangkit virus Corona.

Pejabat DKI yang kekinian terkonfirmasi positif Corona, yaitu Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya Catur Laswanto.

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir.

“Ya (Catur positif corona),” ujar Chaidir saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (17/9/2020).

Chaidir menyebut saat ini Catur sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Namun ia menyebut kondisi Catur stabil karena terjangkit corona tanpa gejala.

“(Dirawat) di RSPP. Iya dia OTG (Orang Tanpa Gejala),” pungkasnya.

Berikut daftar 11 pejabat DKI positif Corona:

1. Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta, Reswan W. Soewaryo
2. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Premi Lesari
3. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta, Hendra Hidayat
4. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzy Marsitawati
5. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin
6. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, Afan Adriansyah Idris
7. Ketua TGUPP, Amin Subekti.
8. Sekda DKI Saefullah (wafat 16 September 2020—red)
9. Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto
10. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gumilar Ekalaya
11. Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya Catur Laswanto