30 DIBACA

Bank Mikro Nelayan Bukti Kepedulian Jokowi

VNEWS.ID| Kesejahteraan Nelayan dan industri perikanan juga menjadi perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ini dibuktikan dengan adanya Bank Mikro Nelayan.

Diawal pemerintahannya Jokowi pada satu kesempatan mengatakan, bahwa dua per tiga Negara kita adalah air, dan memiliki 17.000 lebih pulau, yang tidak terjangkau dengan fasilitas-fasilitas perbankan. Jokowi menyebutkan, masih sedikit masyarakat pesisir Indonesia yang dilayani oleh perbankan karena keterbatasan akses. Oleh karena itu, edukasi, literasi keuangan terhadap masyarakat pesisir, masyarakat nelayan itu diperlukan sekali.

Selanjutnya pada tanggal 6 Juni 2018, Jokowi meresmikan Lembaga Keuangan Mikro Nelayan dengan fungsi memberikan ruang kepada nelayan, agar kalau ingin membutuhkan modal ada tempatnya.

“Tadi saya sudah bisik-bisik ke Pak Dirjen, ke Pak Ketua OJK, mungkin lebih pas dinamakan Bank Mikro Nelayan. Saya juga minta dipelajari lagi, bunganya mungkin tidak 7 persen per tahun tetapi 3 persen per tahun. Ini kan BLU, BLU itu kan tidak mencari untung. Duitnya juga dari APBN kan? Tapi yang penting jangan habis, tapi bisa bergulir di nelayan, bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan nelayan,” kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan Lembaga Keuangan Mikro Nelayan (Bank Mikro Nelayan) di Pantai Wisata Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018).

Bank Mikro Nelayan ini merupakan jawaban atau solusi dari Jokowi atas keluhan akses permodalan bagi para nelayan.

“Kita harapkan apa yang sering dikeluhkan nelayan setiap saya turun ke bawah atau saya undang ke Istana, yang disampaikan selalu Pak permodalan, pembiayaan, Pak. Bolak-balik itu terus,” lanjut Jokowi saati itu.

Penerima pinjaman dari Bank Mikro Nelayan adala usaha penangkapan ikan, usaha pembudidayaan ikan, usaha pengelolaan dan pemasaran hasil produk kelautan dan perikanan serta usaha garam rakyat.

Baca Juga :  Romantis, Saat Iriana Dampingi Jokowi Cukur Rambut

Berapa besaran pinjaman yang bisa diajukan adalah maksimum Rp 50 juta untuk skala mikro dan maksimum Rp 500 juta untuk skala kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.