38 DIBACA

Curhatan Gibran, Suka Duka Jadi Anak Jokowi

VNEWS.ID| Sebagian orang menganggap menjadi anak Presiden itu enak. Karena disegani dan dihormati banyak orang.

Akan tetapi hal itu ditepis putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming. Menurutnya menjadi anak presiden tak selalu enak dan seindah yang dibayangkan. Ada saatnya mengalami peristiwa pahit. Berikut curhatan Gibran soal untung dan rugi menjadi anak presiden Jokowi:
Sering Dibully

Dalam acara Unlock Metro TV beberapa waktu lalu, Gibran Rakabuming bercerita bahwa menjadi anak presiden tak seindah yang dibayangkan. Banyak bullyan dan cacian yang datang kepadanya. Sambil berseloroh Gibran menyebut jika sebenarnya yang paling enak menjadi cucu presiden. Semua orang seolah senang melihat tingkah polah cucu Presiden, Jan Ethes.

“Orang-orang tahunya anak presiden itu enak ya, tapi sebenarnya banyak nggak enaknya. Yang enak itu jadi cucu presiden. Si Ethes loncat-loncat, lari-lari semuanya senang. Coba kalau saya dan Kaesang yang kaya gitu. Apalagi bapak saya, dari dulu sering dibully, diejek, dikatain PKI,” kata Gibran.

Bullyan Datangkan Keuntungan

Selama menjadi pejabat negara, Presiden Jokowi sering kali mendapat bullyan, kritik dan hinaan. Hal itu juga turut dirasakan pihak keluarga. Namun semua itu ditanggapi santai oleh keluarga. Gibran Rakabuming mengatakan bullyan yang datang mendatangkan keuntungan bagi bisnisnya.

“Karena dengan bullyan itu bisa mendatangkan keuntungan buat saya. Jadi misalnya ada seseorang yang ngatain kita jawab dengan produk Sang Pisang. Itu benar-benar ngefek ke penjualan. Jadi sangat menguntungkan untuk kita. Dari dulu saya sama Kaesang kalau ada bullyan ke saya, ke bapak, kita nggak pernah replay dengan reaktif pasti kita bales dengan hal-hal seperti itu,” ujar Gibran, dalam acara Unlock Metro TV beberapa waktu lalu.

Sakit Hati Saat Jokowi Dibully

Kritikan, bullyan hingga hinaan terus menggempur Presiden Jokowi. Sebagai anak, Gibran Rakabuming mengaku sakit hati dengan semua itu. Akan tetapi, dia menanggapi santai bullyan itu. Menurutnya, hinaan atau bullyan itu tidak benar. Gibran menganggap itu sebuah risiko dari pekerjaan Jokowi.

“Kalau sakit hati pasti sakit hati. Tapi kita tanggapi santai, nggak usah terlalu reaktif, nggak usah bikin drama di media sosial. Yang paling penting buat saya itu hujatan-hujatannya itu nggak bener, jadi saya nanggepinnya santai. Yang kaya PKI kan itu nggak bener,” kata Gibran.

Saran Jokowi Untuk Gibran

Gibran Rakabuming mengaku meski anak presiden dia memilih menjadi pengusaha dengan membuka bisnis sendiri. Menurutnya masalah pekerjaan tak harus mengikuti jejak orangtua. Jokowi tetap memberikan wejangan walau beda profesi.

“Kalau saran dari bapak masalah pekerjaan, saya dididik untuk memulai sesuatu itu dari nol. Saya pelaku UMKM, bukan yang punya bisnis besar atau mega proyek tapi semuanya yang saya jalankan UMKM. Tapi memang bapak dari kecil menyarankan semua harus dimuali dari nol, dari bawah harus turun ke lapangan, tahu situasi. Dan yang paling penting adalah jujur. Jujur kepada diri sendiri, customer dan jujur kepada pegawai kita,” ujar Gibran.

[has]

Leave a Reply

Your email address will not be published.