129 DIBACA

Dampak Rencana Prabowo Menghentikan Pembangunan Infrastruktur

VNEWS.ID| Calon presiden dan wakil presiden urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan akan membuka opsi unuk menghentikan beberapa proyek infrastruktrur Jokowi apabila terpilih pada pilpres 17 April 2019 nanti.

Hal ini tertuang dalam dokumen visi misi Prabowo-Sandiaga yang dijabarkan ke dalam Program Aksi Penguatan Fondasi Perekonomian. Sebagai tindak lanjutnya, Prabowo-Sandiaga akan melakukan penyisiran ulang terhadap beberapa proyek infrastruktur.

Prabowo Subianto juga pernah mengatakan, tidak ada dampak pembangunan infrastruktur terhadap kondisi riil ekonomi domestik. Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan, menanggapi calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang menjelaskan program infrastrukturnya.

Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur seperti transportasi Light Rail Transit (LRT) atau Mass Rapid Transit (MRT) masih kalah efisien dibandingkan dengan negara lain.

Penyataaan Prabowo yang mengesampingkan pembangunan infrasruktur, tentu sangat tidak masuk akal. Dengan rencana yang hendak menghentikan berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dimulai atau mungkin yang sudah terlaksana sekian persen, justru akan membuat uang yang telah dikeluarkan untuk  membangun infrastruktur tersebut terbuang percuma.
Anggaran sudah dikeluarkan untuk sebagian pembangunannya, namun justru rakyat tidak dapat menikmati infrastruktur tersebut lantaran akan dihentikan Prabowo jika ia memenangi pilpres.

Tindakan ini sama saja mengembalikan Indonesia dalam kemunduran. Dengan batalnya infrastruktur tersebut, masyarakat berpotensi tidak bisa menikmati tol laut, tol darat dan tol langit seperti visi misi Jokowi, yang akan membangun Indonesia menjadi semakin maju.

Dengan batalnya infrastruktur Jokowi, daerah seperti Papua, misalnya, berpotensi akan kembali mundur dan terbelakang.

Hal ini sama artinya akan membuat hak manusia Indonesia mendapatkan pemerataan infrasruktur jadi kembali tertunda.

Selain itu, dengan batalnya infrastruktur Jokowi, pulau-pulau terdepan seperti Pulau Rote dan Miangas akan terisolir. Pulau Rote dan Miangas menjadi pulau yang tidak terjangkau lagi. Bandara yang ada di pulau ini berpotensi kembali mundur kembali. Tidak ada integrasi antara bandara tersebut dengan yang bandara yang lainnya.

Baca Juga :  Korban Penculikan 98: kami tidak akan memberikan karpet merah untuk kembalinya Rezim Diktator Orde Baru

Dengan batalnya infrastruktur Jokowi, mimpi rakyat Indonesia mengenai BBM satu harga di seluruh Indonesia hanya tinggal kenangan. Kita tahu, BBM satu harga menjadi sebuah visi Nawacita yang digelorakan Jokowi. Hal ini akan membuat pembangunan yang sedang berlangsung, dibatalkan dan tidak bisa menjadikan Indonesia dan seluruh rakyatnya mendapatkan kebebasan dan pemerataan.

Infrastruktur menjadi kunci utama agar BBM, semabako dan lainnya dapat dengan mudah terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

Kita juga kembali was-was, mafia pangan merajalela dengan tidak adanya shelter-shelter yang bisa menjadi tempat pengawasan. Mereka akan menjadi sosok yang mencekik rakyat kecil.

Rakyat jadi tidak bahagia karena harga-harga yang tidak terjangkau lagi. Semua harga dikendalikan oleh mereka yang kaya. Si kaya makin kaya, si miskin makin terisolir.

Dengan batalnya infrastruktur Jokowi, semua harga akan melambung tinggi, karena transportasi yang sangat jelek dan buruk.

Pernyataan Prabowo ini sangat kotradiktif dengan apa yang dilakukan oleh Jokowi selama ini. Jokowi justru telah menghidupkan berbagai proyek yang mangkrak selama puluhan tahun karena ia menyadari betapa pentingnya proyek-proyek tersebut bagi masyarakat. Misalnya saja tol Becakayu yang mangkrak selama 22 tahun, akhirnya dapat diselesaikan oleh Jokowi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Jokowi juga memiliki rencana kelanjutan proyek-proyek infrastruktur yang telah dibangunnya selama empat tahun ke belakang. Dengan meneruskan pembangunan infrastruktur tersebut, Jokowi yakin transportasi, baik untuk orang dan logistik, akan lebih cepat daya distribusinya. Tanpa itu semua peningkatan daya saing Indonesia di level global tak bakal tercapai.

Jokowi turut menegaskan pemerintah konsisten membangun infrastruktur agar semuanya tersambung. Bukan hanya di jalan tol, pelabuhan, bandar udara, namun juga dalam konsep digitalisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.