4,671 DIBACA

Habiskan 100 Milyar, Pemprov DKI Akan Bongkar Kembali Trotoar Kemang Yang Baru Dibangun

VNEWS.ID| Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja menyelesaikan revitalisasi trotoar  di Kemang Raya. Anggaran untuk revitalisasi trotoar ini mencapai Rp 100 miliar.  Lima bulan setelah selesai revitalisas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan kemungkinan membongkar kembali trotoar di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Lantaran, trotoar yang baru selesai direvitalisasi ini malah membuat banjir.

Dilansir dari suara.com , Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan Pembongkaran trotoar disebutnya bertujuan untuk memeriksa kondisi saluran air setelah revitalisasi rampung Desember 2019 lalu.

“Kan harus dibuka dulu dicek dengan kontraktor yang ngerjain trotoar. Kan masih masa pemeliharaan dia,” ujar Juaini, Jumat (1/5/2020).

Juaini mengatakan pihaknya melalui Suku Dinas SDA Jakarta Selatan sudah merencanakan pembongkaran ini. Jika memang ternyata setelah diperiksa ada penyempitan, maka trotoar ini harus dibongkar lagi untuk perbaikan.

“Bisa sih (dibongkar). Tapi yang bongkar harus mereka,” jelasnya.

Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Junjung mengatakan masalah banjir di Jalan Raya Kemang karena masalah pemendekan pada saluran air. Ia bahkan berencana membongkar ulang trotoar itu.

“Mungkin juga saluran akan kami bongkar tuh, trotoarnya nanti. Semua juga tahu masalahnya gara-gara salurannya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Setelah Anggota DPRD, Terungkap Ternyata Orang Sudah Meninggal Juga Dapat Bansos Pemprov Jakarta

Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jaksel, Junjung mengatakan pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk menyedot air. Satu unit pompa mobile dan rumah pompa dikerahkan.

Air disebutnya hanya menggenang ruas jalan Kemang saja. Sementara pemukiman warga termasuk yang rentan banjir tidak tergenang air hujan yang mengguyur pada sore hari

“Iya tadi banjir cuma di jalan raya. Nggak lama kok. Kita pompa pakai pompa mobile 1 unit saja. Ditambah lagi sama rumah pompa,” ujar Junjung saat dihubungi