Hadiri Ulang Tahun Bukalapak, Jokowi Kaget Modal Awalnya Cuma Rp 80 Ribu

VNEWS.ID| Hadir di perayaan ultah Bukalapak, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkejut mengetahui sedikit kisah berdirinya e-commerce tersebut. Jokowi sampai harus memastikan ulang soal modal awal Bukalapak.

Bukalapak tepat berusia ke-9 pada hari Kamis (10/1/2019). Perayaan ultah pun digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta. Presiden Jokowi menjadi salah satu tamu undangan dan mendapat secuplik cerita tentang sejarah berdirinya Bukalapak.

“Pak Zaky tadi menyampaikan bahwa modal untuk mendirikan Bukalapak itu 80 ribu rupiah. Bener? 80 ribu dolar atau rupiah ini? Rupiah, ya? Iya, rupiah,” ujarnya sambil terus bertanya ke CEO Bukalapak Achmad Zaky untuk memastikan seperti dikutip detik.com.

Ia menambahkan, biaya Rp 80 ribu tersebut digunakan untuk melakukan pemesanan alamat website yang digunakan Bukalapak sampai sekarang. Menariknya, Jokowi juga mengulik kisah kelam Zaky dalam masa-masa awal berjalannya marketplace tersebut.

“Kemudian, di 2011, setahun setelah didirikan, Pak Zaky sempat agak putus asa, sudah mau nyerah, karena sudah kehabisan uang, dan juga calon mertuanya tidak yakin Bukalapak ini memberikan penghasilan yang stabil,” tuturnya.

“Pak Zaky saat itu sudah mau tutup Bukalapak. Tapi karena saat itu sudah ribuan UMKM yang mulai tergantung dengan platform Bukalapak, Pak Zaky tidak tega dan bersemangat (mencari cara) bagaimana agar bisa bertahan dan meneruskan perjuangannya,” kata Jokowi menambahkan.

Dari situ, pada momen ultah ke-9 Bukalapak, Presiden Jokowi pun berharap keberanian Zaky dan seluruh manajemennya dapat menginspirasi dan menjadi contoh bagi seluruh pengusaha-pengusaha di Indonesia.

Jokowi juga banyak bicara soal kiprah UMKM di Indonesia yang menurutnya masih menemui berbagai masalah.

“UMKM yang ada di negara kita ini ada 56 juta. Ada banyak masalah di UMKM-UMKM kita, yang berkaitan dengan bagaimana membangun brand, bagaimana mengikuti desain yang sesuai dengan keinginan pasar, bagaimana membuat kemasan yang menarik pembeli, dan persoalan lain yang menyangkut modal, yang menyangkut akses ke pasar,” tuturnya.

Baca Juga :  Menjawab Fitnah Jokowi PKI (1)

Ia pribadi pun mengaku sedih ketika sedang ke pasar dan melihat banyak produk bagus tapi tidak dikemas dengan baik sehingga sulit untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Maka dari itu, kekuatan toko online diharapkannya dapat membantu memecahkan persoalan tersebut.

“Jika ekosistem online dengan offline bisa tersambung, ini akan jadi kekuatan yang besar bagi negara kita. Jangan sampai karena produk kita tidak bisa masuk ke online, malah diisi oleh barang-barang dari luar,” katanya.

Dari situ, ia berpesan kepada Bukalapak untuk bisa membangun ekosistem online yang tersambung dengan ekosistem offline. Ia mendorong e-commerce tersebut untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam memperbaiki kualitas produk-produk UMKM, seperti misalnya dari sisi kemasannya.

“Jumlah pelapak di Bukalapak ada 4 juta. Jumlah yang sangat besar, tapi jika dibandingkan dengan 56 juta UMKM di indonesia, Bukalapak masih punya pekekerjaan besar untuk 52 juta (sisanya),” ujar Jokowi

Menurutnya, itu menjadi tugas bagi Bukalapak dan para menteri terkait untuk bisa menggandeng lebih banyak lagi UMKM yang masuk di Bukalapak. Untuk saat ini, Jokowi merasa senang dengan laporan yang menyebut bahwa 78% dari pelapak di Bukalapak adalah UMKM. (HER)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *