Jimly Asshiddiqie: Kampanye Ganti Presiden Menyebarkan Kebencian

VNEWS.ID| Kampanye #2019GantiPresiden yang dilakukan sejumlah orang dinilai tidak melanggar aturan dalam pemilu.
Namun, kampanye tersebut sama dengan menyebar kebencian terhadap presiden Indonesia yang sedang menjabat, yakni Joko Widodo.

Hal itu dikatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, Jimly Asshiddiqie dalam akun Twitter @JimlyAs.

Dalam akun media sosial itu, Jimly Asshiddiqie menyebut bahwa gerakan itu jelas menyebar kebencian kepada Presiden yang sedang menjabat, sebelum waktu kampanye pilpres yang resmi.

Meski demikian, menurut Jimly Asshiddiqie , penegak hukum yang menangani gerakan #2019GantiPresiden itu perlu bersikap hati-hati.

Polisi Republik Indonesia diminta mengedepankan netralitas dalam penegakkan hukum. “Ya, tapi aparat negara seperti Polri juga harus mampu memperlihatkan diri benar-benar jadi alat negara yang adil dan tidak memihak,” kata Jimly Asshiddiqie

Sebelumnya, gerakan #2019GantiPresiden mendapat penolakan. Gerakan itu juga sempat dilarang digelar oleh kepolisian Republik Indonesia.

Salah satunya, ratusan massa yang menolak kegiatan Deklarasi Ganti Presiden 2019 di Surabaya, Jawa Timur, sampai turun ke jalan pada Minggu pagi. Mereka mengepung Hotel Majapahit Surabaya di Jalan Tunjungan tempat politisi Gerindra Ahmad Dhani menginap.

Sebelumnya, gerakan serupa yang dipimpin oleh mantan artis Neno Warisman di Bandara Hang Nadim, Batam, juga mendapat penolakan dari masyarakat. Terakhir, Neno Warisman  juga ditolak sekelompok orang ketika hendak melakukan aksi di Pekanbaru, Riau.
Setelah tertahan lebih kurang delapan jam di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, akhirnya Neno Warisman kembali ke Jakarta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *