Jokowi Buktikan Langsung Inflasi Terjaga di Pasar Tradisional

VNewsIndonesia | Angka inflasi di Indonesia tahun ini diprediksi lebih kecil dibanding 2017. Kecilnya tingkat inflasi dapat diartikan sebagai membaiknya perekonomian karena harga barang-barang kebutuhan masyarakat terjaga.

Pada September 2018, tingkat inflasi tercatat di angka 2,88 persen. Angka itu lebih rendah dibanding target inflasi tahunan yang dipatok dalam APBN 2018, yakni 3,5 persen.

Inflasi rendah menandakan tidak ada kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok yang signifikan. Perubahan harga bermacam kebutuhan masih terjaga di tataran normal dan dalam jangkauan masyarakat.

Presiden Joko Widodo telah memastikan langsung rendahnya angka inflasi saat berkunjung ke Provinsi Banten 4 November lalu. Jokowi mengecek harga-harga kebutuhan pangan masyarakat di sejumlah pasar.

Mengendarai sepeda motor modifikasi, Jokowi mengunjungi pasar untuk melihat apakah harga barang-barang kebutuhan pokok di Banten terjangkau masyarakat atau tidak.

Hasilnya, Jokowi menemukan harga sejumlah komoditas di pasar stabil.

Beberapa harga komoditas bahkan menurun, seperti telur yang semula Rp30 ribu per kilogram saat ini Rp20 – Rp 22 ribu per kilogram.

Kemudian, harga jual tempe relatif stabil di harga Rp5 ribu per blok.

“Yang pertama kita kan ada angka inflasi rendah di bawah 3,5 (persen), saya ingin cek di lapangan. Sama enggak? Setelah cek semua stabil,” kata Jokowi saat itu.

Jokowi tak hanya mengecek harga, dia juga ikut belanja sejumlah bahan makanan. Presiden asal Jawa Tengah ini turut membeli petai, tempe, tahu, ikan.

Dia juga membeli daging seharga Rp120 ribu, melinjo, dan cabai Rp30 ribu per kilogram. “Padahal kalau naik [harga cabai] bisa Rp80 ribu,” kata Jokowi.

Harga di pasar tradisional adalah harga sebenar-benarnya, harga yang dipakai masyarakat, bukan perkiraan-perkiraan yang dibuat oleh para politisi. Jadi, siapa yang Anda percaya?

Baca Juga :  Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang Dukung Jokowi

Leave a Reply

Your email address will not be published.