70 DIBACA

Jokowi dan Prabowo Semakin Mesra

VNEWS.ID| Hubungan Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto makin mesra. Eks Gubernur DKI itu sering memuji dan membela pesainganya di pilpres itu. Salah satuny dengan membela Prabowo yang dikritik karena sering keluar negeri.

Menurut Jokowi, kunjungan Prabowo ke sejumlah negara adalah dalam rangka diplomasi pertahanan, dan memiliki banyak faedah guna mewujudkan penguatan sistem pertahanan. “Kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, artinya belum mengerti urusan diplomasi pertahanan. Kunjungan Pak Prabowo keluar negeri itu untuk diplomasi pertahanan kita, bukan yang lain-lain,” kata Jokowi dalam sambutannya pada rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2020 di Kantor Kemhan, Jakarta.

Eks Wali Kota Solo itu menegaskan, dirinya bahkan kerap berdiskusi dengan Prabowo terkait kebijakan pertahanan yang akan diambil. Termasuk soal rencana Prabowo berkunjung ke sejumlah negara untuk mengecek kualitas Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang akan dibeli Indonesia.

“Jadi semua sudah didiskusikan. Tidak hanya sekali dua kali, banyak yang tidak tahu. Kunjungan Pak Prabowo keluar negeri juga untuk mengecek bagus atau tidak bagus Alutsista yang akan kita beli. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail,” ujarnya.

Jokowi meyakini, Prabowo akan mampu mengelola anggaran Kementerian Pertahanan dengan baik. ia pun menyebut total anggaran yang akan diterima Kemhan pada tahun 2020 mencapai Rp 127 triliun.

“Anggaran sebesar ini harus hati-hati.Tak boleh ada mark up lagi. Tapi saya yakin, Pak Menhan ini kalau urusan anggaran detail, berkali-kali dengan saya hampir hafal di luar kepala. Ini Pak di sini Pak, aman urusan Rp 127 triliun ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi berpesan kepada seluruh jajaran TNI/Polri untuk sungguh-sungguh bekerja dalam memperkuat dan menjaga kedaulatan negara. Terlebih, tantangan ke depan semakin berat karena semakin luasnya spektrum konflik di berbagai belahan dunia.

Spektrum tersebut mulai dari konflik internal, perang asimetris, gerilya, perang proxy, hingga perang hibrida. “Baik yang menggabungkan strategi militer dan nonmiliter, konvensional dan non konvensional,” kata Jokowi.