Jokowi: Harga Beras Mulai Turun

VNEWS.ID | Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa harga beras di pasaran yang sempat naik, sudah mulai beranjak turun. Jokowi mengatakan hasil ini merupakan dampak dari operasi pasar yang telah dilakukan oleh Perum Bulog dalam beberapa hari terakhir.

“Saya dapatkan info dari Kepala Bulog (Budi Waseso), saya juga cek juga di Cipinang (Pasar Induk Beras Cipinang) sudah mulai tren harga turun, tapi baru 50 rupiah,” kata Jokowi di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 10 Januari 2019 .

Jokowi mengatakan stabilitas harga memang sang diperlukan, tapi tidak bisa dilakukan secara cepat.

“Kalau mau harga turun cepat ya, suplai aja semua ini (stok beras Bulog) ke pasar, tapi kan petaninya yang rugi.” Pemerintah, kata Jokowi, harus menjaga keseimbangan antara harga produksi dan harga di pasaran agar petani beras pun tidak menjerit.

Sejak akhir Desember 2018 lalu, Jokowi sudah mewanti-wanti anak buahnya agar mewaspadai kenaikan harga beras. Kamis, 27 Desember 2018, Jokowi memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ke Istana Negara. “Ngobrol saja, presiden mengecek, kok saya dengernya harga beras naik?” kata Darmin menirukan ucapan Jokowi saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat,

Darmin membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga beras di bulan terakhir 2018 ini, namun besarnya dinilai tak banyak. Beras kualitas medium, kata Darmin, naik sekitar 0,4 persen saja atau sekitar Rp 45 untuk 1 kilogramnya. Sedangkan beras kualitas premium hanya naik 0,04 persen. “Jadi, kesimpulannya ya memang naik tapi kecil.”

Pada kunjungan ke Bulog itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkali-kali memuji kinerja dari Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) yang dipimpin oleh Budi Waseso.

Baca Juga :  12 Jam Setelah Debat Capres 2019, Jokowi ke Stasiun Rancaekek Sapa Masyarakat

Pujian itu disampaikan Jokowi saat mengecek stok beras di gudang milik Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pertama, Jokowi memuji kualitas pergudangan milik Bulog yang dinilai semakin membaik. “Kalau saya bandingkan dengan 3 sampai 4 tahun lalu saya ke sini, cukup rapi manajemen gudangnya sekarang,” kata Jokowi.

Alasannya, kata Jokowi, stok pangan seperti beras hingga gula ditempatkan di rak pallet yang lebih memudahkan untuk perputaran barang.

Kedua, Jokowi membela Bulog soal serapan beras yang selalu dikritik karena sangat rendah. “Ahh ini kan belum panen raya,” kata Jokowi.

Untuk itulah, kata Jokowi, saat ini Bulog terus diminta terus melakukan operasi pasar. Pertama, operasi pasar untuk menurunkan harga beras yang sempat naik di pasaran. Kedua yaitu agar gudang-gudang milik mereka bisa menyerap gabah atau beras petani pada panen raya Februari dan Maret 2018.

Ketiga, Jokowi membela beras Bulog yang selama ini kerap dikritik karena memiliki kualitas yang buruk. “Siapa bilang? kemarin saya cek di Tulungagung (Jawa Timur) dan beberapa tempat lain, gak ada masalah untuk kualitas.” Jokowi mengakui kalau beras Bulog di tahun-tahun yang lalu masih buruk, banyak yang berwarna hitam atau kecoklatan. “Tapi sekarang gak ada keluhan-keluhan semacam itu.”

Untuk diketahui, Jokowi sengaja mengecek langsung gudang milik Bulog untuk memastikan ketersediaan beras di sana.

Ternyata, stok beras Bulog masih mencapai 2,1 juta ton hingga akhir Desember 2018. Jumlah ini, kata Jokowi, lebih baik dibandingkan stok akhir tahun di masa lampau yang biasanya tinggal 700 sampai 800 ribu ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *