55 DIBACA

Karir Politik Anies Baswedan Sudah Tamat: Baik Dalam Pilpres Maupun Pilkada

VNEWS.ID| Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak berpotensi untuk memenangkan pemilu di Indonesia, baik Pilkada maupun Pilpres di masa mendatang. Pasalnya Anies dianggap tak memiliki faktor-faktor yang bisa mendongkrak elektabilitasnya. Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai Anies juga bakal kesulitan untuk mendapatkan kendaraan partai politik untuk maju dalam pemilu di masa mendatang. “Hubungan Anies dengan PKS dan Gerindra yang mengusungnya dalam Pilkada DKI saat ini mulai renggang,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (31/12).

Menurut Ray, merenggangnya hubungan Anies dan PKS terkait posisi wakil gubernur DKI Jakarta yang masih kosong hingga saat ini. Padahal, PKS sudah sejak lama menyodorkan dua nama kadernya, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Sementara itu Ray menilai Gerindra menjaga jarak dengan Anies karena lebih ingin mendorong kadernya sendiri untuk maju. “Satu-satunya Nasdem karena ada hubungan historis, tapi kalau situasinya, cara kerjanya seperti sekarang, kelihatannya sulit,” kata Ray.

Selain sulit mendapatkan kendaraan politik, Ray juga menilai Anies akan sulit untuk meraih simpati publik. Sebab, Anies sudah distigmakan berafiliasi dengan beberapa kelompok Islam. “Tak mudah bagi Anies untuk bisa mengubah citranya dari kelompok Islam menjadi moderat saat ini. Kalaupun Anies mencoba ke tengah, kelompok kanan akan cabut mencari calon pemimpin baru,” ucapnya.

Sementara itu politisi Partai Gerindra Kamrussamad menilai Anies hingga saat ini belum juga memperlihatkan kinerja yang baik selama memimpin di ibu kota. “Soal Anies, saya melihat fokus kepemimpinannya tidak jelas,” katanya.
Kamrussamad menjelaskan, banyak kebijakan Anies terkait pelayanan dasar yang tidak simultan. Di satu sisi, Anies banyak menggelontorkan insentif kepada guru agama di Jakarta. Namun di sisi lain, Anies masih belum optimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Update 5 April: Capai 1,124, DKI Jakarta Kembali Puncaki Kasus Covid Tertinggi di Indonesia

Hal ini terlihat dari adanya kisah seorang nenek bernama Dian Islamiyati di Cilincing, Jakarta Utara yang berjalan kaki sambil menggendong jasad bayi pada September 2019. “Kita juga menyaksikan adanya persoalan manajemen karena kesalahan kebijakan penyusunan anggaran,” kata Kamrussamad.