MANJARI

Oleh: Alois Wisnuhardana

Tiga hari yang lalu, ada seorang teman menanyakan, apakah benar ada beberapa kontainer di Tanjung Priok berisi surat suara yang sudah dicoblos. Saya jawab tidak tahu.

Hari berikutnya, ada lagi yang bertanya ihwal yang sama. Jawaban saya juga sama: tidak tahu.

Ketika ada lagi kawan lain yang menanyakan hal serupa, alarm akal saya langsung menyala akan adanya kemungkinan bombardemen informasi tentang soal itu secara masif, terutama di group-group WA.

Lalu muncullah pertanyaan-pertanyaan, ulasan, dan pernyataan soal itu melalui media sosial, oleh beberapa tokoh yang punya daya jangkau besar untuk disorot media atau menyebar luas di media massa.

Lalu, ramailah kita ihwal surat suara yang sudah dicoblos itu hingga hari ini. Ada yang bingung, ada yang marah, ada yang kecewa, ada yang ingin tahu. Macam-macamlah reaksinya. Ada juga yang penisirin.

Ini baru awal tahun 2019. Tahun 2018 lalu saja, ada 62 jenis informasi hoax, penyesatan, dan pengaburan informasi terkait pileg dan pilpres. Dari bulan ke bulan, jumlahnya terus meningkat dan Desember 2018 adalah yang paling banyak yakni 12. Tiap pekan 3 biji.

Hoax itu melibatkan nama-nama beken, langsung maupun tidak langsung, mulai dari Dian Sastro, Ratna Sarumpaet, Grace Natalie, sampai dengan nama-nama politisi yang nama dan wajahnya sering wara-wiri di media. Juga selebmedsos.

Jika dirata-rata, maka tiap 6 hari akan muncul hoax-hoax terkait pemilu (pilpres dan pileg) 2019 yang membanjiri warganet. Saya mengira, tahun ini hingga April mendatang, intensitasnya akan meningkat. Mungkin dua, tiga, atau empat kali lipat.

Adakah cara atau aji-aji atau senjata yang membuat kita terlindungi dari hujan info palsu dan sesat semacam ini? Ya pasti ada! Apa itu dan bagaimana?

Baca Juga :  Menjawab Fitnah Jokowi PKI (1)

Namanya Ajian MANJARI. Singkatan dari Mantel Jaga Diri. Ketika datang hujan air, kita butuh mantel yang melindungi kita dari terpaan air hujan. Kalau yang datang adalah hujan hoax, kita butuh memakai MANJARI untuk melindungi nalar kita dari serbuan hoax ini.

Cara kerja ajian ini sederhana belaka. Kita cuma perlu mengingat empat jenis “air bah” yang bakal menerpa kita. Mungkin juga empat ini akan bertambah, tapi empat inilah yang akan banyak mantul-mantul hilir mudik ke pikiran lewat gawai kita.

Apa saja yang empat itu? Satu, KOMINIS. Dua, soal ASING-ASENG. Tiga, topik AGOMO. Empat, ihwal UTANG. Ingat ya, utang, tidak ada huruf K di depannya.

Meski cuma empat, turunannya bisa banyak. Puluhan, bahkan. Produknya bisa ratusan, bahkan ribuan. Kombinasi dan variasinya banyak banget. Ada yang berupa kata-kata belaka, ada yang berupa gambar-gambar, ada lagi yang berujud video-video. Sebagian besar sangat memikat, tapi langsung melumpuhkan syaraf kesadaran dan akal budi.

Cara menggunakan Ajian MANJARI mudah banget. Anda cukup merapalnya dengan kata-kata begini jika mendapat info/berita soal empat topik itu: “Yang sesat segeralah minggat! Aku ini orang hebat, pikiranku tetap sehat! Minggirlah segala yang jahat!”

Anda tak perlu berpuasa sehari semalam, tiga hari, tujuh hari, atau empat puluh hari. Rapalan tak butuh itu semua, karena dengan rapalan itu, Anda sudah mengaktifkan ilmu sakti mumpuni yang Anda punya sejak lahir yang disebut AKAL.

Dengan merapalkan kata-kata itu, tubuh dan pikiran Anda akan segera terlindungi dari serangan dan racun-racun hoax dan info jahat yang datang mendekat.

Masih ingat rapalannya? “YANG SESAT SEGERALAH MINGGAT! AKU INI ORANG HEBAT, PIKIRANKU TETAP SEHAT! MINGGIRLAH SEGALA YANG JAHAT!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *