Meningkatkan Ekspor Produk Perikanan Indonesia ke Mesir

VNEWS.ID| Pada pertengahan Juni 2023, Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf melakukan kunjungan kerja ke pergudangan Fayomeifor Import & Export di Fashn, Bani Suef, Mesir. Dubes didampingi Atase Perdagangan Kairo M Syahran Bakti.

Syahran Bakti mengatakan Mesir adalah pasar yang besar bagi produk perikanan dan hasil laut Indonesia. Untuk itu, diharapkan adanya kerja sama business to business yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Mesir untuk dapat mengambil peluang tersebut. 

“Populasi Mesir yang mencapai 110 juta jiwa adalah peluang yang jangan sampai dilewatkan. Untuk   itu, kami sangat mendorong keikutsertaan Indonesia pada   pameran   dagang produk makanan dan industri yang diselenggarakan secara berkala di Mesir,” ujar Syahran, seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian Perdagangan.

 Sementara  itu, Dubes  Lutfi  Rauf  optimistis, peluang  akan ada dalam kondisi apa pun meski kondisi ekonomi global dan inflasi yang cukup menantang. “KBRI Kairo berupaya menghilangkan hambatan-hambatan perdagangaan, salah satunya dengan mengaktifkan skema imbal dagang atau counter trade antarpelaku usaha kedua negara. Bisa juga dengan membantu para importir Mesir mencarikan pasar untuk produk ekspornya sehingga tercipta posisi tawar yang baik,” jelas Lutfi.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Fayoumei Mahmoud Taha Fayoumei, Manajer Pemasaran Mostafa, dan akuntan Yahya. Dalam pertemuan, Mahmoud Fayomei menerangkan, pihaknya mengimpor produk makanan olahan halal dari Indonesia berupa ikan sarden kaleng dan tuna kaleng yang diproduksi CV Pasific Harvest Banyuwangi, bubuk kakao dari PT Internasional Niaga Globalindo Jakarta, kelapa parut atau dessicated coconut dari PT Royal Coconut Manado, dan mentega putih (shortening) dari PT Asian Agro (Apical Group). Fayomei menjadi agen resmi Afia International Co untuk Provinsi Bani Suef dan Provinsi Elmenia yang mengimpor minyak sawit refined palm oil dari Indonesia.

Mahmoud bercerita, pertama kali mengimpor dari luar negeri pada 2004 dengan hanya dua kontainer, hingga mencapai 400 kontainer pada 2022.  Impornya beragam produk makanan olahan dari berbagai negara utama, yaitu Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

Mahmoud menambahkan, agar kegiatan impornya tetap berlangsung, pihaknya juga mengekspor produk bawang putih dan bawang merah ke beberapa negara, termasuk mengekspor produk tuna kaleng dan sarden kaleng yang diimpor dari Indonesia ke beberapa negara tetangga Mesir.

Sementara itu, Dubes Lutfi menyambut positif impor produk halal Indonesia dimaksud, seperti minyak sawit dan turunannya, produk kelapa, dan  produk  bubuk  kakao.  Termasuk di dalamnya  ikan  sarden kaleng dan ikan tuna kaleng yang rata-rata bea masuknya cukup rendah, yaitu 5 persen ditambah bea pajak pertambahan nilai 14 persen.

KBRI Kairo juga mengunjungi ke pabrik Al  Ryad  (A2R)  yang  memproduksi  biskuit dan  makanan  ringan  yang  menggunakan  produk pendukung  dari  Indonesia,  seperti  bubuk  kakao, pengganti lemak kakao (cocoa butter substitute/CBS), dan mentega putih.

Laporan Central  Agency  for  Public  Mobilization  and  Statistics (CAPMAS) menyebutkan, ekspor produk perikanan Indonesia ke Mesir mencapai USD1,63  juta  pada  Januari–Februari  2023  atau  naik  600  persen  dari  periode  yang  sama  tahun  lalu  sebesar  USD233  ribu. Ekspor  produk lemak  kakao mencapai  USD 1,46  juta  atau naik 3.084  persen,  bila  dibandingkan dengan  nilai  ekspor  periode  yang  sama  pada  2022  sebesar  USD 46  ribu.  Adapun ekspor bubuk kakao mencapai USD964 ribu sementara produk minyak sawit dan turunannya mencapai USD80 juta.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan ekspor hasil perikanan Indonesia bisa mencapai USD7,66 miliar atau setara Rp116, 1 triliun (kurs Rp15.160). Target ini merupakan bagian dari indikator kinerja utama Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2023. Indikator kinerja utama KKP 2023 selain itu adalah target Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan mencapai 5% sampai 6%. Trenggono juga menargetkan produksi perikanan Indonesia mencapai 30,58 juta ton per tahun.

Sebelumnya, target ekspor hasil perikanan pada 2022 tidak mencapai target. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan, ekspor hasil perikanan sampai akhir 2022 senilai USD6,2 miliar atau setara Rp96,72 triliun (estimasi kurs Rp15.600). Angka itu jauh dari target semula yang senilai USD7,13 miliar atau setara Rp111,23 triliun (kurs Rp15.600) tidak tercapai.

Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Ishartini mengatakan, ekspor perikanan Indonesia sampai November 2023 mencapai USD5,71 miliar. Sampai akhir tahun diharapkan bisa mencapai USD6,2 miliar.

Ishartini memerinci produk perikanan Indonesia paling banyak diekspor ke Amerika Serikat senilai USD2,15 miliar, ke Tiongkok USD1,02 miliar, ke Jepang USD678 juta, ke Uni Eropa USD357,12 juta, dan ke negara-negara di ASEAN USD651 juta.