72 DIBACA

Negara Lain Batalkan Event Besar karena Corona,Anies Tak Perlu Malu Batalkan Formula E

VNEWS.ID| Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan yang mengumpulkan banyak orang pasca-dua orang positif virus Corona.

Peninjauan seharusnya tidak hanya terbatas pada kegiatan pihak swasta tapi juga kegiatan yang diselenggarakan pemerintah termasuk Formula E Jakarta 2020.

“Pemprov harus bersikap adil, berkaca dan menjadi contoh. Kegiatan milik pemerintah yang melibatkan kerumunan seperti Formula E harusnya menjadi yang pertama yang ditangguhkan izinnya,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangannya Rabu (4/3/2020).

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan dana hingga Rp 1.5 triliun untuk menggelar 378 kegiatan sepanjang 2020.

Karena adanya kebijakan baru, Pemprov DKI harus mulai menyisir dan menangguhkan kegiatan-kegiatan yang memiliki resiko tinggi penyebaran virus corona.

Sejumlah penyelenggaran event berskala besar di Jakarta sudah dibatalkan akibat tingginya risiko penyebaran virus corona.

Hal serupa juga terjadi pada kegiatan olah raga internasional, antara lain MotoGP Thailand, MotoGP Qatar, Grand Prix Formula 1 China dan Formula E Sanya China yang batal diadakan.

Bahkan, penyelenggaraan olimpiade yang mempunyai skala tingkat dunia pun dipertimbangkan untuk tidak diselenggarakan tahun ini.

“Pemprov DKI Jakarta tidak perlu gengsi ataupun malu membatalkan Formula E karena negara-negara lain juga membatalkan event-event besar,” kata Ara.

Pemprov DKI harus berani mengambil sikap sampai dapat dipastikan Indonesia dan negara peserta Formula E 2020 dinyatakan bebas dari infeksi virus korona.

Sementara situasi yang ada sekarang, keseluruhan 13 negara peserta Formula E 2020 telah terinfeksi wabah virus corona termasuk negara dengan kasus infeksi virus corona tertinggi dari China, Perancis, Jerman dan Amerika Serikat, belum termasuk kerumunan penonton yang ditargetkan sebanyak 30.000-50.000 orang.

“Jangan dipaksakan, jangan sampai Indonesia menjadi titik epidemi virus Corona baru hanya karena Pemprov lalai melindungi warganya,” ucapnya.