159 DIBACA

Penyesalan Dwi Djoko Wiwoho Gabung ISIS: Anak Saya Ditanya Haidnya Kapan?

VNEWS.ID| Sebanyak 18 orang eks ISIS kembali ke Indonesia pada 12 Agustus 2017 lalu. Penyesalan pun datang.

Pengakuan simpatisan itu pun mengalir. Terutama tentang kekejaman ISIS yang menurut mereka sama seperti binatang.

Dalam video yang bersumber dari DamaiLahRi itu melihatkan pengakuan eks ISIS tersebut, ketika berada di Suriah.

Seperti yang dikatakan Heru Kurnia. Selama berada di Suriah ia melihat kekejaman yang terjadi, perkelahian sering terjadi diakibatkan cuman karena senggolan, makanan.

“Sehingga kami tidak bergaul, karena takut,” ujar Heru dalam video yang berdurasi  12 menit 10 detik itu.

Heru mengaku belum pernah melihat eksekusi yang dilakukan ISIS seperti yang tersebar di internet. Namun, Ia pernah melihat mayat yang sudah di eksekusi.

“Di sana ada tugu jam, jadi mayat itu diletakkan di tugu itu, dan anak-anak di sana kepala si mayat ditendang seperti bola, saya pulang dan bilang ke mereka di rumah untuk hati-hati. Kejadian itu dua minggu sebelum saya pergi,” ujarnya bercerita.

Heru mengatakan, ketika kejadian ada penjaga di sana, memang dibiarin mayat disiksa. “Ya Allah orang mati aja digituin, badan mayat disabeti, sampai mual saya lihatnya,” kata dia.

Begitu juga yang dirasakan Nursshandrina, ia mengungkapkan, apa yang diucapkan ISIS tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di sana.

“Bilangnya kebersihan sebagian dari iman, tapi ya ampun kotor sekali,”ungkap wanita berkerudung itu.

Bahkan ia menceritakan bagaimana perkelahian terjadi di ISIS, dan menyayangkan apa yang dishare di dunia maya tidak sesuai dengan yang terjadi di Suriah. “Mereka berkelahi sampai saling lempar pisau,” jelasnya.

Dari 18 orang eks ISIS tersebut ada yang berasal dari Kota Batam yaitu Dwi Djoko Wiwoho, Ia juga salah seorang pejabat BP Batam. Dalam video Djoko juga sempat menceritakan kekejaman ISIS. Menurutnya ISIS sangat gampang memusrikan seseorang, jika tidak sesui dengan aliran mereka, dianggap murtad.

“Katanya di sana ada sekolah gratis sampai di sana malah disuruh kawin, anak saya yang kecil sampai ditanya haidnya kapan, cari tau ya,” ujar Djoko yang  menjabat sebagai Direktur PTSP BP Batam.

Tidak sedikit dari eks ISIS yang menyamakan anggota militan ini sama dengan dajjal. “Zalim semua, Dajal,” ujar Fauzakatri.

Heru Kurnia eks ISIS yang berasal dari Jakarta menceritakan, kekejaman ISIS ketika proses membaca. Ketika itu Heru besama lima orang kawannya disuruh membaca, jika salah kepala dipukul telinga ditarik meudian di teriakan. “Saya marah tetapi tidak bisa buat apa apa, nangis, ikut ISIS saya sedih tidak bisa buat apa apa,” ujar Heru menangis.

Menurut mereka, ISIS hanya mengejar tiga hal yaitu kekuasaan, harta dan wanita. Seperti yang diceritakan Difansa, ketika baru datang keluarganya yang singgel dikejar oleh anggota ISIS, katanya mereka jihad nikah.

“Orang sana untuk menikah seperti lomba, menikah sampai tiga, empat, cerai lagi,  itu semua difasilitasi sama ISIS, bahkan siapa yang bisa menikahi beberapa gadis, dapat uang,” terangnya.

Beberapa dari mereka menyesal masuk ISIS dan percaya komplotan ini akan hancur. “ISIS akan hancur, insyallah karena dia bukan untuk menegakkan kalimat Allah,” ujar Difansa.

Video ini diunggah di YouTube 12 September 2017, telah ditonton 1670 kali. Sebelumnya juga telah beredar video testimoni eks ISIS ini ketika berada disebuah pengungsian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.