Pospera Aceh Menolak Gerakan Ganti Presiden dan Menyerukan Kampanye Damai.

VNewsIndonesia | Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Aceh menolak kegaiatan Gerakan Ganti Presiden. Penolakan tersebut disampaikan menyusul rencana Deklarasi Pasangan Prabowo-Sandi di Kota Banda Aceh, Minggu 30 September 2018 besok.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Aceh Tarmizi mengatakan penolakan dilakukan Pospera setelah mencermati situasi tanah air menjelang pesta demokrasi pileg dan pilpres yang dinilai sangat memprihatinkan. Penyebaran informasi palsu dan hoak terus terjadi sehingga memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“ini sudah memasuki tahun politik dan 7 bulan dari sekarang kita akan melaksanakan pesta demokrasi memilih anggota Legislatif dan presiden 17 April 2019 nanti secara serentak. Kami sangat berharap seluruh komponen bangsa, bersama – sama meletakkan semangat persatuan dan kesatuan sebagai dasar utama dalam berdemokrasi,” kata Tarmizi, Sabtu (29/9).

Ketua Pospera Aceh, Tarmizi menilai Gerakan Ganti Presiden dicetuskan pimpinan PKS Mardanie Ali Sera sejatinya adalah gerakan politik berkedok gerakan moral yang mencuri start untuk berkampanye lebih awal sebelum memasuki tahapan Pemilu sebagaimana diatur Komisi Independen Pemilihan (KIP). Selain itu, Gerakan Ganti Presiden berpotensi memicu konflik horisontal di masyarakat seperti terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Penolakan deklarasi terjadi dimana-mana seperti di Kepri, Riau, Jawa Timur dan Jawa Barat bahkan berakhir ricuh. Kami mengapresiasi dan menghormati pilihan saudara-saudara kami yang akan melaksanakan Deklarasi Pasangan Prabowo Sandi di Banda Aceh. Karena ini bagian dari proses Pilpres sebagaimana diatur penyelenggara Pemilu,” ujar Tarmizi.

Namun kata Tarmizi yang juga politisi PNA itu, Pospera menyanyangkan dan menolak dengan tegas Gerakan Ganti Presiden yang mendompleng kegiatan deklarasi Prabowo-Sandi di Banda Aceh. Pospera Aceh menyampaikan tiga sikap mereka, diantarannya menyerukan pimpinan Partai Politik pendukung pasangan Prabowo Sandi tetap menjaga kampanye damai dan menghindari penyebaran kebencian dikalangan para pendukung demi perasatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami meminta seluruh pimpinan Partai Politik pendukung pasangan Prabowo Sandi untuk tidak menyatukan Gerakan Ganti Presiden dalam proses kampanye Pemilu demi menghindari perpecahan dan kebencian dikalangan masyarakat dan mengapresiasi serta mengucapkan selamat melaksanakan tahapan Pemilu kepada secara damai kepada saudara-saudara kami Tim Kampaye Prabowo Sandi,” kata Tarmizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *