Mataram (Visualnews) — Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi berpindah lokasi ke Jalan Langko No. 25 R14-16 (deretan Fave Hotel), Selaparang, Mataram per 2 November 2026. Langkah ini diambil untuk semakin mendekatkan pelayanan edukasi dan konsultasi pasar modal kepada masyarakat di wilayah NTB.
Sebelumnya, sejak resmi beroperasi pada tahun 2017, kantor BEI NTB berlokasi di Jalan Pejanggik No. 47 C, Mataram. Selama keberadaannya, kehadiran BEI NTB telah memberikan dampak positif yang signifikan melalui program literasi dan edukasi pasar modal yang masif di berbagai sektor, seperti perguruan tinggi, desa, pondok pesantren, hingga berbagai organisasi dan komunitas.
Dengan mengusung konsep kantor yang lebih nyaman, masyarakat kini dapat dengan mudah melakukan konsultasi investasi langsung bersama sejumlah perusahaan sekuritas yang memiliki layanan bersama di lokasi baru ini, antara lain Phillip Sekuritas, MNC Sekuritas, KISI Sekuritas, dan Sucor Sekuritas.
Selain ruang konsultasi, BEI NTB juga memfasilitasi masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman investasi melalui program edukasi reguler, seperti Sekolah Pasar Modal (SPM) tingkat Basic, Intermediate, hingga Advance.
Kepala Wilayah BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan BEI untuk hadir sebagai mitra masyarakat NTB dalam mewujudkan masa depan finansial yang aman.
"Bursa Efek Indonesia senantiasa hadir sebagai teman belajar investasi bagi masyarakat di NTB, sehingga terhindar dari aktivitas keuangan ilegal dan siap dalam persiapan masa depan," ujar Gusti Bagus.
Penguatan literasi pasar modal di NTB juga didukung oleh ekosistem yang luas. Saat ini terdapat 37 Galeri Investasi BEI yang tersebar di wilayah NTB, yang terdiri dari 15 Galeri Investasi di Perguruan Tinggi, 20 Galeri Investasi Edukasi di tingkat SMA/SMK/MAN, 1 Galeri Investasi di Pondok Pesantren dan 1 Galeri Investasi di Desa.
Keberadaan jaringan galeri tersebut juga disokong oleh kerja sama aktif bersama 7 perusahaan sekuritas serta 1 perusahaan manajer aset di wilayah Nusa Tenggara Barat.(V-01)