Digital Creative Academy Angkatan Kelima, Disparekraf NTB Dorong Pelaku Ekraf Kuasai Konten Digital dan HAKI

V

Visualnews

Sep 16, 2026 · 23 jam yang lalu

Digital Creative Academy Angkatan Kelima, Disparekraf NTB Dorong Pelaku Ekraf Kuasai Konten Digital dan HAKI
Pelatihan Digital Creative Academy Angkatan Kelima, bagian dari rangkaian Ekraf Mania Festival 2026, Rabu (16/9), di Kantor Disparekraf NTB.Foto/Dispar NTB

Mataram (Visualnews) — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB melalui Bidang Ekonomi Kreatif kembali mendorong peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui Digital Creative Academy Angkatan Kelima, bagian dari rangkaian Ekraf Mania Festival 2026, Rabu (16/9), di Kantor Disparekraf NTB.

Kegiatan diawali laporan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Baiq Denny Evita Darmiyana, yang menyampaikan bahwa program ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas pelaku ekraf dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital, khususnya pada subsektor konten digital, fotografi, film, animasi, video, desain produk, dan seni pertunjukan.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia. Ia menyampaikan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah hadir sebagai fasilitator, regulator, dan akselerator. Manfaatkan momentum ini untuk berdiskusi dan menggali hal-hal yang aplikatif,” ujar Ahmad Nur Aulia.

Mengangkat tema “Short Video Clipping & Content Monetization”, workshop menghadirkan Yodan Pranata, Founder The Tribes, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengenai teknik video clipping, pemilihan momen terbaik, pembuatan hook, caption, hashtag, hingga strategi monetisasi melalui affiliate, program creator, dan lisensi konten.

Selain penguatan keterampilan digital, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari I Gusti Putu Milawati, S.S., S.H., M.H., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum. Materi mencakup pentingnya perlindungan karya serta proses pendaftaran HAKI bagi pelaku ekraf.

Dampak pelatihan juga dirasakan peserta dari batch sebelumnya, salah satunya owner Dapur Sasak. Pengetahuan yang diperoleh telah diterapkan dalam promosi produk melalui media sosial dan turut membuka peluang kerja sama pemasaran, termasuk terjalinnya MoU dengan sejumlah hotel dan toko oleh-oleh.

Melalui Digital Creative Academy, Disparekraf NTB terus mendorong terciptanya ruang belajar dan diskusi yang aplikatif bagi pelaku ekraf, sekaligus memperkuat kemampuan digital dan kesadaran terhadap perlindungan karya agar ekonomi kreatif NTB semakin berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.(V-01)