Disparekraf NTB Dorong Ekosistem Kreatif Inklusif Lewat Ekraf Mania Festival 2026

B

Bambang GS

Aug 14, 2026 · 1 hour ago

Disparekraf NTB Dorong Ekosistem Kreatif Inklusif Lewat Ekraf Mania Festival 2026
TALK SHOW: Ngopi Ekraf, Talk Show Inspiratif and Networking Session yang digelar di halaman Kantor Disparekraf NTB, Mataram, Kamis malam (13/8/2026).

Mataram (Visualnews) — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal melalui Ekraf Mania Festival 2026.

​Inisiatif ini diawali dengan forum bertajuk Ngopi Ekraf (Talk Show Inspiratif and Networking Session) yang digelar di halaman Kantor Disparekraf NTB, Mataram, Kamis malam (13/8/2026).

Forum ini ditujukan untuk menghidupkan kembali roda ekonomi kreatif sekaligus mendukung terwujudnya visi pariwisata berkelas di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.

​Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris Disparekraf NTB, Muhamad Erwan, menegaskan bahwa komunikasi intensif dengan komunitas kreatif adalah kunci. Hal ini krusial agar pemerintah dapat menjalankan fungsi idealnya sebagai fasilitator, akselerator, dan regulator.

​"Tanpa komunikasi yang baik, kita tidak bisa memitigasi berbagai persoalan dan tantangan nyata yang dihadapi para pelaku ekraf di lapangan," ujar Erwan di hadapan para peserta.

​Erwan menambahkan, Ekraf Mania Festival tidak didesain sebagai acara seremonial musiman. Pihaknya berkomitmen menyulap area Kantor Disparekraf NTB menjadi sebuah Creative Hub aktif yang dapat dimanfaatkan komunitas secara konsisten.

Ke depan, berbagai komunitas, mulai dari fotografi, film, musik, hingga pelaku usaha kreatif lainnya, akan diberi panggung secara bergilir.

​"Kami ingin ini bukan sekadar event sesaat. Targetnya, setiap hari ada ruang yang kita fasilitasi agar karya-karya mereka bisa tampil," tegasnya.

​Guna memberikan ruang yang adil dan transparan, pendaftaran kegiatan ini dilakukan secara daring (online) dan terbuka bagi seluruh pelaku ekraf di wilayah NTB. Langkah ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi program Ekraf Satu Data.

​Melalui Ekraf Satu Data, Disparekraf NTB berencana memetakan level dan kapasitas para pelaku usaha kreatif. Pemetaan ini bertujuan agar bantuan maupun intervensi kebijakan yang diberikan tepat sasaran.

​Intervensi Tepat Sasaran. Bantuan tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan skala dan kebutuhan riil komunitas/usaha.

​Fasilitas Jangka Menengah. Penyiapan ruang kreatif dan pusat studio di lingkungan kantor dinas.

​Target Jangka Panjang. Mendorong terbentuknya Nusa Tenggara Creative Hub yang menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif.

​Konsep ini dirancang mempertemukan berbagai subsektor ekraf untuk mendukung identitas NTB sebagai destinasi sport tourism. Erwan mencontohkan komunitas otomotif yang membutuhkan ruang modifikasi kendaraan, lengkap dengan payung hukum yang jelas.

​"Jangan sampai gara-gara berkreasi memodifikasi kendaraan, orang justru kena masalah hukum. Ketakutan-ketakutan seperti inilah yang ingin kita urai bersama," tambahnya seraya menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kritik konstruktif.

Manfaat nyata dari rangkaian festival ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu rangkaian acaranya, Digital Creative Academy, sukses menyedot perhatian puluhan penggiat ekraf dari berbagai daerah.

​Khaeril, seorang pemuda dan content creator asal Lombok Timur, mengaku mendapat banyak wawasan baru selama mengikuti akademi tersebut.

​"Acara ini keren sekali karena kita dimentori langsung oleh praktisi kompeten. Pola belajarnya sangat realistis dengan praktik langsung. Saya bisa belajar fotografi, digital marketing, sinematografi, hingga blogging bersama 40 penggiat ekraf lainnya," tutur Khaeril.

​Sesi diskusi malam itu dipandu oleh Wakil Ketua Kadin NTB, Lalu Anas Amrullah, dan berlangsung hangat selama lebih dari satu jam.

Forum tersebut menghadirkan berbagai narasumber lintas sektor, di antaranya Muhamad Erwan (Sekretaris Disparekraf NTB), M. Hafidullah (Direktur Semesta Network), Yeyen Seprian (Ketua Gekrafs NTB), Aurelius Teluma (Dosen FHISIP Universitas Mataram), dan Vhio Trevie (Pelaku Ekraf dari Longitara Creative)

​Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, Ekraf Mania Festival 2026 diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif NTB yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (V-02)