Dukung Pariwisata Mandalika, Pemprov NTB Revitalisasi Pasar Rakyat Kuta

B

Bambang GS

Jul 29, 2026 · 2 hours ago

Dukung Pariwisata Mandalika, Pemprov NTB Revitalisasi Pasar Rakyat Kuta

Praya (Visualnews) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi memulai proyek revitalisasi Pasar Rakyat Kuta di Kabupaten Lombok Tengah.

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat integrasi antara potensi ekonomi masyarakat lokal dengan pesatnya industri pariwisata di kawasan penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

​Penataan pasar tidak sekadar berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh pembenahan sistem tata kelola. Target utamanya, mengubah pasar tradisional menjadi lebih bersih, tertata, serta siap menjadi rantai pasok (supply chain) bahan pangan segar bagi hotel dan restoran di sekitarnya.

​Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan di lapangan pada Senin (27/7/2026).

Menurutnya, Pasar Kuta merupakan wajah ekonomi warga yang berhadapan langsung dengan wisatawan nasional maupun mancanegara.

​"Kita bantu tata letak dan perbaiki desainnya agar lebih rapi. Namun, nuansa khas pasar tradisional tetap harus dipertahankan karena keunikan itulah yang justru menjadi daya tarik tersendiri di kawasan wisata," ujar Miq Iqbal di sela-sela kunjungannya.

​Dalam tinjauan tersebut, Gubernur menyoroti pentingnya aksesibilitas pasar. Ia meminta agar pintu masuk utama diperlebar guna mempermudah sirkulasi pengunjung dan memastikan distribusi pembeli tersebar merata hingga ke lapak bagian dalam.

​Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Dewi, memaparkan bahwa saat ini pengerjaan fisik difokuskan pada pembenahan fasilitas dasar dan sirkulasi area.

​"Pekerjaan lanjutan meliputi pembongkaran sebagian tembok luar untuk memperlebar akses masuk, pengecatan ulang, pembenahan sanitasi kamar mandi, hingga pembetonan pada sejumlah titik strategis," terang Dewi.

​Selain itu, area lapak basah, seperti penjual ikan, daging, dan ayam, yang selama ini belum berfungsi optimal akan direhabilitasi total melalui proses penimbunan dan pengecoran lantai agar bersih serta nyaman digunakan kembali oleh para pedagang.

​Tak hanya perbaikan fisik, pembenahan tata kelola pasar juga melibatkan sinergi antara Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah melalui penataan zonasi.

Pedagang sayur dan buah yang sebelumnya berjualan di luar area akan direlokasi ke bagian dalam pasar. Sementara itu, area depan akan difungsikan sebagai pusat toko mutiara lokal dan kantong parkir terpadu.

​Langkah ini dirancang untuk menciptakan kepastian pasokan bagi sektor pariwisata. Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mengawal agar produk-produk segar dari pedagang lokal dapat terserap langsung oleh ekosistem perhotelan Mandalika.

​"Ke depan, tata kelola pasar akan terus dipoles. Harapannya, hasil dagangan segar dari pasar ini dapat langsung memasok kebutuhan restoran dan hotel di sekitar kawasan," tambah Miq Iqbal.

​Rencana penataan zonasi ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha lokal. Tokoh masyarakat kawasan selatan Lombok, Haji Bangun, menilai penertiban pedagang di luar area pasar akan menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat dan adil.

​"Kalau semua pedagang masuk ke dalam, pembeli tentu akan ikut masuk. Selama masih ada yang berjualan di luar, pedagang di bagian dalam akan sepi. Penataan ini adil dan baik untuk semua," ungkapnya.

​Apresiasi senada disampaikan Yuni, salah satu pedagang di Pasar Kuta. Ia mengaku gembira karena aspirasi para pedagang didengar langsung oleh kepala daerah.

​"Saya sempat menyampaikan ke Pak Gubernur mengenai atap lapak yang bocor dan beliau langsung merespons. Harapan kami, selain perbaikan atap, kebersihan pasar bisa terus dijaga agar pembeli makin nyaman berbelanja," pungkas Yuni. (V-02)