Gerak Cepat, Pemprov NTB Kirimkan Bantuan Logistik dan Tim Tanggap Darurat Bencana ke NTT

B

Bambang GS

Aug 17, 2026 · 2 jam yang lalu

Gerak Cepat, Pemprov NTB Kirimkan Bantuan Logistik dan Tim Tanggap Darurat Bencana ke NTT
BANTUAN: Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wagub NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, melepas pengiriman bantuan logistik dan tim tanggap darurat bencana ke NTT, Minggu (16/8/2026).

Mataram (Visualnews) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi melepas tim tanggap darurat dan pengiriman logistik skala besar untuk membantu penanganan pascabencana gempa bumi yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Pelepasan armada dan tim kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB pada Minggu (16/8).

Acara pelepasan turut dihadiri oleh jajaran Wagub, Sekda, Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta lembaga kemanusiaan.

​Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa aksi tanggap cepat ini merupakan wujud solidaritas antar-daerah sekaligus pembuktian kesiapsiagaan NTB dalam manajemen bencana.

"Kurang dari 24 jam sejak gempa terjadi, tim kita sudah siap bersiaga. Ini bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga membuktikan bahwa NTB memiliki sistem kesiapsiagaan bencana yang matang," ujar Miq Iqbal.

​Untuk menekan biaya operasional dan mempercepat distribusi, Pemprov NTB menerapkan strategi logistik terbagi.

​Dimana untuk komoditas makanan pokok dipusatkan di Bima, sebelum diangkut menggunakan kapal khusus menuju NTT. Strategi efisiensi ini juga diterapkan oleh Pemprov Bali.

Sementara untuk pengiriman obat-obatan dan peralatan medis khusus dihimpun langsung dari Mataram.

Bantuan ditargetkan mendarat di posko utama Labuan Bajo dan Ende, dengan prioritas distribusi ke kawasan terdampak terparah seperti di Kabupaten Manggarai.

​Gubernur menambahkan, pengalaman saat menghadapi gempa Lombok 2018 menjadi pijakan utama NTB dalam merancang respons cepat, mulai dari evakuasi, pembersihan puing, hingga penanganan trauma (trauma healing) bagi anak-anak.

​Pemprov NTB menerjunkan total 79 personel tanggap darurat dan 30 unit armada kendaraan operasional, termasuk mobil rescue, ambulans, kendaraan dapur umum, truk, hingga alat berat ekskavator untuk membuka jalan yang tertimbun reruntuhan.

​Tim medis dan tenaga kemanusiaan sebanyak 60 Orang, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog dari Dinkes NTB, RSU Lingkup Provinsi NTB 53 orang, RS Universitas Mataram 13 orang, serta Dinkes Kota Mataram 4 orang. Sedangkan personel pendukung dari BPBD NTB, Dinas PUPRPKP NTB, dan Dinsos P3A NTB.

Bantuan logistik dan alat kesehatan, berasal dari cadangan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton, Bulog 3 ton, PT AMNT 10 ton beras dan selimut, serta air mineral dari PT Narmada Awet Muda.

Dari Dinas Kesehatan NTB, terdapat 37 unit emergency kit tipe A, puluhan paket kit (ibu hamil, PUS, bayi baru lahir, ibu bersalin, family kit), 110 paket personal hygiene, 4 unit tenda posko/pelayanan medis, serta 10 unit veltbed.

Pun bantuan bernilai Rp100 juta dari Bank Mandiri berupa susu, pampers, minyak goreng, beras, selimut, dan matras, serta dukungan paket sembako dari BPBD NTB, Dinsos P3A, PMI Provinsi NTB, dan Poltekkes Kemenkes Mataram. (V-02)