Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Rinjani di NTB berada pada Level II (Waspada). Status ini untuk periode 20-26 Agustus 2026. Dalam evaluasi periode 1 hingga 15 Agustus 2026, PVMBG mencatat kondisi visual Gunung Rinjani bervariasi dari terlihat jelas hingga tertutup kabut. Petugas juga tidak menemukan kepulan asap dari kawah selama periode pengamatan, meski aktivitas kegempaan masih terpantau melalui pemantauan instrumental.
Sejumlah gempa tercatat, yakni sembilan Gempa Hembusan, dua Gempa Harmonik, 50 Gempa Tremor Non-Harmonik, enam Gempa Low-Frequency, satu Gempa Hybrid, satu Gempa Vulkanik Dangkal, 27 Gempa Vulkanik Dalam, 52 Gempa Tektonik Lokal, serta 117 Gempa Tektonik Jauh. PVMBG menilai Gempa Low-Frequency menunjukkan masih adanya pergerakan fluida magmatik pada kedalaman dangkal, sedangkan gempa vulkanik berkaitan dengan proses tekanan fluida dari dalam tubuh gunung.
Antisipasi Erupsi dan Imbauan Keselamatan
PVMBG mengingatkan para pendaki dan masyarakat sekitar untuk tetap mengantisipasi potensi bahaya sekunder berupa letusan abu. Pengunjung yang berada di luar radius aman 1,5 kilometer diimbau selalu menyiapkan masker, penutup hidung dan mulut, serta pelindung mata guna menghindari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata. Selain itu, PVMBG meminta warga sekitar untuk terus menyaring setiap perkembangan informasi mengenai aktivitas vulkanik dari sumber resmi dan terverifikasi.Vnews FOTO/Susanty