Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Kejar Target 145 Ribu Penonton dan Dampak Ekonomi Triliunan

B

Bambang GS

Aug 12, 2026 · 1 hour ago

Kick Off MotoGP Mandalika 2026: NTB Kejar Target 145 Ribu Penonton dan Dampak Ekonomi Triliunan
KICK OFF MOTOGP: Rakor dan kick off MotoGP Mandalika 2026 bersama seluruh pemangku kepentingan di Mataram, Rabu (12/8/2026).

Mataram (Visualnews) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi memulai persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 9–11 Oktober 2026 mendatang, ajang balap motor dunia ini menargetkan lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari pelaksanaan.

​Kepastian dan pematangan rencana kerja tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan kick off bersama seluruh pemangku kepentingan di Lantai 6 Bank NTB Syariah, Mataram, Rabu (12/8/2026).

​Langkah percepatan ini diambil untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari teknis balapan, keamanan, infrastruktur, moda transportasi, akomodasi, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM lokal, terkoordinasi secara terpadu jauh-jauh hari.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa persiapan ajang internasional sekelas MotoGP tidak boleh lagi menggunakan pola penanganan dadakan di menit-menit akhir.

​"Setiap persoalan harus ada Person in Charge (PIC)-nya dan memiliki target penyelesaian yang jelas. Kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan," tegas Gubernur Iqbal.

​Selain menginstruksikan pemetaan rinci terkait kebutuhan akomodasi (hotel, homestay, hingga asrama) serta perbaikan infrastruktur jalan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov NTB juga tengah berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan di Jakarta untuk menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok.

​Integrasi layanan bandara melalui sistem pintu otomatis (e-gate) juga didorong guna memperlancar arus wisatawan internasional. Tak hanya itu, skenario penyambutan dan pengamanan kunjungan Presiden RI juga disiapkan sejak awal.

​Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengungkapkan bahwa MotoGP Mandalika kini telah bertransformasi dari sekadar ajang olahraga menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi kawasan.

​Riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat bahwa MotoGP 2025 lalu memberikan dampak ekonomi mencapai Rp4,96 triliun bagi NTB, yang dirasakan langsung oleh sektor perhotelan, transportasi, hingga ribuan tenaga kerja lokal dan UMKM.

​Mengusung tema utama "Beyond Grand Prix, Discover Paradise" dan jargon #MandalikaMendunia, edisi 2026 dirancang untuk mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal (length of stay) mereka di Lombok dan Sumbawa.

​Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa kesiapan operasional tahun ini dikelompokkan ke dalam tiga klaster strategis:

​Klaster Keamanan & Logistik: Pengamanan penuh untuk mobilitas penonton, shuttle bus, area camping ground, hingga pengawalan logistik balap dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) ke sirkuit.

​Klaster Infrastruktur, Pariwisata & Medis: Penyediaan 130 unit shuttle bus, kurasi homestay, penataan rambu dan penerangan jalan, serta kesiapsiagaan tim medis.

​Klaster Event & Inklusivitas: Penyelenggaraan Riders Parade, Opening Ceremony, hiburan musik dari artis nasional (Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara), hingga program edukasi Riders Goes to School.

​Penyelenggaraan MotoGP 2026 juga berkomitmen menjadi ajang yang lebih inklusif. Pihak penyelenggara menyediakan fasilitas luxury camp ramah disabilitas yang dilengkapi sarana pendukung khusus, serta skema promo tiket Buy One Get One bagi pendamping penonton penyandang disabilitas.

​Selain itu, panitia tengah memfinalisasi program tiket promo khusus dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Melalui promosi terintegrasi di pasar-pasar potensial seperti Kuala Lumpur, Singapura, Makassar, Bali, hingga NTT, Pemprov NTB optimis ajang MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (V-02)