The Mandalika (Visualnews) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 81 Republik Indonesia (RI) pada Senin, (17/08) melalui rangkaian kegiatan kemerdekaan di tiga destinasi yang dikelola ITDC, yaitu di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), The Nusa Dua, Bali, dan The Golo Mori, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai wujud semangat kebangsaan, gotong royong, kepedulian lingkungan, serta kolaborasi bersama masyarakat dan stakeholders di masing-masing wilayah.
Di The Mandalika, peringatan Hari Kemerdekaan RI menghadirkan suasana berbeda dengan menjadikan Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya sebagai panggung motorsport nasional dan internasional, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan diisi dengan pengibaran bendera Merah Putih, atraksi Paramotor dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lanud BIZAM), marching band, Tastura Inline Skate, pawai karnaval di lintasan sirkuit, permainan rakyat, lomba sepeda hias, pentas seni dan budaya, serta Kuliner Merdeka.
Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan, momentum HUT ke-81 RI menjadi kesempatan bagi ITDC untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendekatkan destinasi kepada masyarakat. “Pertamina Mandalika International Circuit selama ini menjadi panggung berbagai event nasional dan internasional yang membawa nama Indonesia. Pada momentum kemerdekaan, kami menghadirkan semangat yang berbeda dengan menjadikan sirkuit sebagai ruang kebersamaan. Syukuran HUT ke-81 RI mencerminkan semangat kami agar perkembangan destinasi berjalan beriringan dengan keterlibatan masyarakat dan memberikan manfaat yang semakin luas,” ujar Ahmad Fajar.

Syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di The Mandalika melibatkan 1.500 peserta berasal dari dari jajaran ITDC Group, TNI-POLRI, Basarnas, pelajar, pondok pesantren, masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas di The Mandalika yang menghadirkan suasana berbeda di lintasan yang selama ini dikenal sebagai panggung berbagai ajang motorsport nasional dan internasional.
Momentum kemerdekaan menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan kepedulian terhadap sesama. “Di tengah peringatan kemerdekaan ini, kami juga menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semangat kemerdekaan juga berarti semangat untuk saling menguatkan dan hadir bagi sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang tengah menghadapi masa sulit,” ujar Ahmad Fajar.
Merah Putih Semarakkan Lintasan Balap
Salah satu rangkaian utama perayaan HUT ke-81 RI di The Mandalika adalah pawai karnaval di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit yang terbagi dalam dua rute, yakni 1,5 kilometer dan 4,3 kilometer. Pawai tersebut menghadirkan suasana berbeda di lintasan yang selama ini dikenal sebagai panggung motorsport nasional dan internasional, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan semangat kebersamaan dan kemerdekaan.

Rute 1,5 kilometer diikuti Pasukan 17, Pasukan 8, jajaran ITDC Group dan tamu VIP, pegawai ITDC Group, serta peserta sepeda hias anak. Sementara itu, rute 4,3 kilometer dimeriahkan marching band, Tastura Inline Skate, peserta sepeda hias dewasa, komunitas motor ADV dan CBR, komunitas Vespa, Lampaq MGPA, hingga shuttle ITDC.
Bendera Jumbo Merah Putih Semarakkan The Nusa Dua
Semangat HUT ke-81 RI turut mewarnai The Nusa Dua, Bali, melalui pemasangan 347 tiang bendera di kawasan, dan bendera Merah Putih jumbo berdiameter sekitar 50 meter di Peninsula Island, The Nusa Dua. Bendera tersebut dibuat dari sekitar 1.800 meter kain merah dan putih yang dijahit selama lima hari, kemudian dipasang pada konstruksi bambu di area helipad pada 17 Agustus 2026 dini hari sebelum upacara dimulai.
Kehadiran bendera jumbo dan ratusan tiang bendera di The Nusa Dua menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus memperkuat atmosfer perayaan kemerdekaan di The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Khidmatkan Kemerdekaan di The Golo Mori
Di The Golo Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, semangat HUT ke-81 RI diwujudkan melalui upacara bendera yang berlangsung khidmat di area heliport kawasan The Golo Mori. Momentum ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus refleksi untuk mengisi kemerdekaan melalui persatuan, gotong royong, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di tengah situasi pasca gempa yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, Direktur Operasi ITDC bersama tim The Golo Mori mewakili InJourney Group hadir untuk mengunjungi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan, di satu titik terdampak gempa. Yakni di Stasi Antonius Leda, Paroki Wajur, Desa Pangga, Kampung Leda, Kolang. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian dan solidaritas ITDC kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
Sejalan dengan semangat empati dan solidaritas kebencanaan, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori dilaksanakan secara khidmat, sederhana, dan proporsional, dengan mengedepankan nilai empati, solidaritas, persatuan, dan refleksi. Pelaksanaan upacara di ketiga destinasi menjadi bagian dari komitmen ITDC dalam menghadirkan semangat kebangsaan di seluruh kawasan yang dikelola, sekaligus memperkuat kebersamaan antara perusahaan, masyarakat, dan stakeholder.

Rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut menunjukkan bahwa kawasan pariwisata tidak hanya menjadi ruang rekreasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang ekspresi kebangsaan, interaksi masyarakat, dan kolaborasi. Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui semangat gotong royong bersama berbagai stakeholder dalam membangun destinasi pariwisata Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui momentum HUT ke-81 RI, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya memiliki daya tarik dan daya saing nasional maupun internasional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat, mengangkat kekayaan budaya lokal, memberikan dampak ekonomi, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjalanan bangsa, tetapi juga tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan menciptakan ruang yang memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui destinasi yang kami kelola, ITDC ingin terus menghadirkan pariwisata yang membuka peluang, memperkuat kebanggaan terhadap Indonesia, dan tumbuh secara berkelanjutan bersama masyarakat,” tutup Ahmad Fajar.(V-01)