Pantang Menyerah! Anak Petani Sumbawa Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI AL di Istana Negara

B

Bambang GS

Jul 22, 2026 · 14 hours ago

Pantang Menyerah! Anak Petani Sumbawa Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI AL di Istana Negara

Jakarta (Visualnews)—Kegagalan berkali-kali tak melunturkan asa Letda Laut (T) Zul Arsyi. Putra daerah asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini membuktikan bahwa garis takdir bisa diubah dengan tekad baja dan doa orang tua.

​Zul resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Perwira TNI Angkatan Laut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Momen sakral ini menjadi muara manis dari perjuangan panjang seorang anak petani yang kini mencatatkan sejarah sebagai perwira TNI AL pertama dari kampung halamannya.

​Jalan Zul menuju Istana Negara penuh kerikil tajam. Sebelum akhirnya lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL), ia sempat berkali-kali gigit jari saat mengikuti seleksi TNI, baik melalui jalur Tamtama (CATAM) maupun Bintara (CABA).

​Namun, alih-alih menyerah, kekecewaan itu justru ia jadikan bahan bakar untuk melangkah lebih jauh.

​"Saya merasa sangat bangga dan tidak menyangka bisa berdiri di sini. Saya sempat ikut tes beberapa kali, baik CATAM maupun CABA, dan tidak lolos. Semua berkat doa kedua orang tua. Bukan saya yang kuat, tapi doa ibu saya yang hebat," ujar Zul penuh haru di Istana Negara.

​Selama menempuh pendidikan militer yang gemblengannya begitu keras, tantangan terberat bagi Zul bukanlah fisik atau pelajaran akademik, melainkan jarak yang memisahkan dirinya dengan keluarga di Sumbawa. Kini, seluruh pengorbanan itu terbayar tuntas.

​Di tengah rasa syukur yang membuncah, ada satu wejangan Presiden Prabowo Subianto saat taklimat pelantikan yang menghujam sanubari Zul. Pesan tersebut berjanji akan ia jadikan kompas dalam menjalankan tugas pertamanya sebagai prajurit Matra Laut.

​"Pesan Bapak Prabowo yang paling mengena di hati saya adalah tentara itu harus selalu menjaga rakyat, serta selalu mengabdi kepada bangsa dan negara," tuturnya.

​Tak hanya soal militer, Zul juga menaruh optimisme tinggi terhadap masa depan bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, langkah pemerintah menguatkan ketahanan pangan dan transisi energi, seperti penerapan bahan bakar alternatif B50, adalah batu loncatan besar bagi kemandirian Indonesia.

​Kebahagiaan tak kalah membuncah tampak dari raut wajah Muhammad Akhyar dan Silvasari, kedua orang tua Zul yang hadir menyaksikan langsung sang putra disematkan pangkat perwira. Silvasari tak mampu menahan air mata harunya saat melihat anak laki-lakinya berdiri tegap dengan seragam kebanggaan.

​"Bangga sekali. Sukses selalu untuk anak, apa yang dicita-citakan akhirnya tercapai. Luar biasa, sungguh tidak menyangka," ucap Silvasari sembari mengusap air mata.

​Sementara itu, sang ayah, Muhammad Akhyar, yang sehari-hari memeras keringat sebagai petani di Sumbawa, menaruh harapan besar agar putranya tetap membumi dan amanah.

​Menariknya, sebagai seorang petani, Akhyar juga menyampaikan apresiasinya terhadap dampak program swasembada pangan yang digulirkan pemerintah saat ini. Ia mengaku merasakan langsung peningkatan kesejahteraan hidup di daerah.

​"Alhamdulillah, dengan program swasembada pangan, hasil tani kami di Sumbawa lumayan bagus. Harga-harga hasil bumi melonjak tinggi, bagus sekali. Semoga Indonesia semakin baik lagi ke depannya," pungkas Akhyar.

​Kisah Letda Laut (T) Zul Arsyi kini menjadi bukti nyata bagi pemuda di pelosok negeri: latar belakang sederhana dan rentetan kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi setinggi langit. (V-02)