Pertama di Indonesia! Pertamina NTB Luncurkan 'Trenggiling', Inovasi Tukar Tabung Melon ke Bright Gas

B

Bambang GS

Jul 28, 2026 · 2 hours ago

Pertama di Indonesia! Pertamina NTB Luncurkan 'Trenggiling', Inovasi Tukar Tabung Melon ke Bright Gas
TABUNG TRENGGILING: Pemerintah Provinsi NTB dan Hiswana Migas, Pertamina meluncurkan Trenggiling (Trade-In Tabung Keliling) di Mataram pada Selasa (28/7/2026). (Foto: Diskominfotik)

Mataram (Visualnews) — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menorehkan sejarah baru. Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Hiswana Migas, Pertamina meluncurkan Trenggiling (Trade-In Tabung Keliling) di Mataram pada Selasa (28/7/2026).

​Program penukaran tabung LPG 3 kg bersubsidi ke Bright Gas Non-PSO secara keliling ini menjadi inovasi pertama dan satu-satunya yang pernah diterapkan di Indonesia.

​Langkah terobosan ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat mampu dan pelaku usaha beralih ke LPG non-subsidi, sekaligus memastikan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

​Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Menurutnya, konsep Trenggiling sangat segar dan efektif dalam penyaluran energi.

​"Program ini sangat potensial. Kalau ikut lomba inovasi, saya yakin bisa jadi juara karena ini yang pertama di Indonesia," ujar Wiranata optimis.

​Ia menambahkan, Trenggiling tak sekadar menata ketepatan subsidi, tetapi juga membuka keran kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program prioritas Pemprov NTB.

​"Kami sudah berdiskusi bersama Dinas ESDM, Pertamina, dan Bulog untuk mendukung program Bapak Gubernur melalui pembentukan Desa Mandiri Energi. Fokus utamanya adalah mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga nol persen di desa sasaran," tegasnya.

Wiranata juga memuji penggunaan nama dan maskot "Trenggiling" yang mengangkat identitas satwa endemik serta dilindungi di NTB.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, H. Syamsuddin, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya kesadaran masyarakat kalangan menengah ke atas untuk 'move on' dari LPG bersubsidi.

​"Pemerintah Provinsi NTB berperan sebagai fasilitator agar kuota LPG subsidi benar-benar dinikmati masyarakat kurang mampu. Kami sangat berharap kelompok yang sudah mampu bisa beralih dari tabung melon ke LPG non-subsidi," ungkap Syamsuddin.

​Menurutnya, sinergi antara Pemprov, Pemkab/Pemkot, Pertamina, dan Hiswana Migas menjadi kunci keberhasilan penyaluran energi berkeadilan.

​"Target utama Bapak Gubernur adalah menurunkan angka kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah program Desa Berdaya. Saat subsidi tepat sasaran, masyarakat yang membutuhkan akan mendapat manfaat secara optimal," lanjutnya.

​Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah NTB, Dany Hutama Aji, menjelaskan bahwa Trenggiling mengusung strategi jemput bola dengan mendatangi langsung pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemukiman perkotaan.

​"Selama ini pangkalan lebih banyak menyediakan LPG 3 kg, sehingga masyarakat mampu maupun pelaku usaha kerap kesulitan mendapatkan produk non-subsidi. Lewat Trenggiling, armada kami akan menyisir wilayah perkotaan agar konsumen bisa langsung trade-in ke Bright Gas 5,5 kg dengan mudah," terang Dany.

​Target utama dari armada keliling ini adalah para pelaku usaha komersial seperti UMKM, jasa laundry, hotel, restoran, serta kelompok masyarakat mampu.

​Selain sebagai solusi kemudahan, program ini juga menjadi respon cepat atas penyesuaian kuota LPG 3 kg dari pemerintah pusat. Untuk memanjakan konsumen, Pertamina turut menyiapkan beragam promo menarik, diskon biaya penukaran tabung, hingga rencana ekspansi penambahan agen Non-PSO di Kabupaten Lombok Utara. (V-02)