PLN Perkuat Keandalan Listrik Masyarakat Pulau Sabu Lewat Pengoperasian Pembangkit Hybrid, Dorong Transisi Energi di Wilayah Terluar

V

Visualnews

Oct 23, 2026 · 1 jam yang lalu

PLN Perkuat Keandalan Listrik Masyarakat Pulau Sabu Lewat Pengoperasian Pembangkit Hybrid, Dorong Transisi Energi di Wilayah Terluar
General Manager PLN UIK Dwipantara, Sujana (kiri), bersama General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono (kanan) dan Sekretaris Daerah Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo (tengah), meninjau instalasi PLTS di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10). Melalui pengoperasian pembangkit hybrid ini, PLN terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan hingga ke wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar Indonesia.Foto/PLN Dwipantara

Sabu Raijua (Visualnews) – Pasokan listrik di pulau Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur semakin andal dan bersih. PT PLN (Persero) melakukan penambahan pasokan listrik dari pengoperasian secara hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Eilode berkapasitas 1,4 megawatt peak dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 2 megawatt (MW) di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengoperasian pembangkit hybrid ini menjadi langkah strategis PLN untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan secara lebih optimal dengan tetap menjaga pasokan listrik bagi lebih dari 24 ribu pelanggan di Pulau Sabu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo saat peresmian pengoperasian pembangkit hybrid pada Kamis (22/10) menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayahnya. Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami apresiasi PLN yang terus berupaya memperkuat pasokan listrik bagi kami di Sabu Raijua. Sebagai wilayah kepulauan, listrik memiliki peran yang penting dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat," ujar Septenius.

Wati Sulaeman salah satu pedagang es buah di Pulau Sabu, menyambut positif upaya PLN dalam memperkuat pasokan listrik di wilayahnya. Menurutnya, listrik memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan usaha, khususnya UMKM di Sabu Raijua.

"Bagi kami yang punya usaha kecil, listrik itu sangat penting. Kami menggunakan kulkas untuk menyimpan es dan barang dagangan. Kalau listrik semakin andal, kami bisa lebih tenang menjalankan usaha dan melayani pembeli. Harapannya usaha kami juga bisa semakin berkembang," ungkap Wati.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyampaikan bahwa pengoperasian pembangkit hybrid di Sabu Raijua merupakan bagian dari manifestasi nyata dari pelaksanaan Sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Arahan tegas dari Bapak Presiden serta Bapak Menteri ESDM menekankan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus sampai ke daerah terluar. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang merasa ditinggalkan dalam mendapatkan hak dasarnya atas pasokan energi. Pengoperasian pembangkit hybrid Eilode ini adalah terjemahan dari arahan strategis pemerintah,” ucap Rizal.

Rizal memahami bahwa keandalan listrik memiliki peran fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, PLN terus melakukan berbagai upaya penguatan sistem pembangkitan dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.

“Upaya ini tidak hanya menjadi upaya meningkatkan keandalan, tetapi juga menjadi bentuk keyakinan bahwa transisi menuju energi bersih bukan sekadar wacana perkotaan. Transisi energi dimulai dan dibuktikan keberhasilannya dari beranda terdepan Indonesia,” tambah Rizal.

Sementara itu, General Manager PLN UIK Dwipantara, Sujana, menjelaskan bahwa pengelolaan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan seperti Pulau Sabu memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis yang terpisah dari pulau-pulau besar membuat distribusi bahan bakar hingga pengiriman material pembangkit sangat bergantung pada kondisi transportasi dan cuaca. Sementara, kebutuhan listrik masyarakat akan listrik terus berjalan.

"Bagi PLN, kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik yang berkualitas. Masyarakat di pulau-pulau terluar memiliki hak yang sama untuk menikmati listrik yang andal," ungkap Sujana.

Sistem kelistrikan Pulau Sabu saat ini memiliki beban puncak tertinggi sebesar 2,9 MW pada siang hari dan 4,2 MW pada malam hari. Dengan tambahan pembangkit hybrid, PLN kini mengoperasikan total PLTD dengan kapasitas 7,1 MW serta PLTS berkapasitas 1,4 MWp. PLTS tersebut berkontribusi sebesar 16 persen dalam bauran energi bersih di Pulau Sabu.

Selain memperkuat keandalan, pengoperasian pembangkit hybrid Eilode juga menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Penerapan sistem hybrid ini diproyeksikan mampu menurunkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) pembangkit dari sekitar 3,85 juta liter menjadi sekitar 3,49 juta liter per tahun. Dengan demikian, terdapat potensi penghematan BBM sebesar 369.146 liter per tahun atau sekitar 9,58 persen.

“Penerapan sistem hybrid ini juga bisa menurunkan emisi karbon hingga 993 ton CO₂ per tahun. Lewat upaya ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi bukan hanya berlangsung di kota-kota besar, tetapi juga harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di pulau-pulau terluar Indonesia," tutup Sujana.

Narahubung

Bayu Fatma Widiatmaja

Manajer Aset Properti, Komunikasi dan Umum

PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara

Email: bayu.widiatmaja@pln.co.id

Sekilas Tentang PLN UIK Dwipantara

PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara merupakan unit PLN yang bertugas melaksanakan pengendalian operasi dan pemeliharaan pembangkit Iistrik PLN tersebar di seluruh Indonesia. Sejalan dengan holding, UIK Dwipantara terus mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emission (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.(V-01)