PLN UPK Timor dan Kawasan Industri Bolok Bahas Peluang Investasi Pemasok Woodchip untuk Dukung Cofiring PLTU Bolok

V

Visualnews

Aug 06, 2026 · 2 hours ago

PLN UPK Timor dan Kawasan Industri Bolok Bahas Peluang Investasi Pemasok Woodchip untuk Dukung Cofiring PLTU Bolok
Pemanfaatan pelet biomassa sebagai substitusi batu bara di PLTU. Dalam penyediaan pelet ini, PLN melibatkan masyarakat sehingga program ini tidak hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga menggerakan perekonomian masyarakat.Vnews FOTO/PLN Dwipantara

Kupang (Visualnews) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor bersama PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur membahas peluang kerja sama pengembangan investasi pemasok woodchip sebagai bahan bakar biomassa untuk mendukung program cofiring di PLTU Bolok.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Manager PLN UPK Timor Mukhammad Zia Ulhaq dengan Direktur Utama Kawasan Industri Bolok Papy Hiskia pada Rabu (5/8). Pertemuan difokuskan pada upaya membangun rantai pasok biomassa yang andal dan berkelanjutan guna menjamin ketersediaan woodchip bagi operasional PLTU Bolok.

PLTU Bolok merupakan salah satu pembangkit yang mengimplementasikan program cofiring biomassa sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Cofiring merupakan metode produksi listrik di pembangkit dengan mencampurkan biomassa, seperti woodchip, bersama batu bara sebagai bahan bakar pembangkit.

Manager PLN UPK Timor Mukhammad Zia Ulhaq mengatakan, keberhasilan implementasi cofiring tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pembangkit, tetapi juga oleh tersedianya pasokan biomassa yang memenuhi standar kualitas dan berkelanjutan.

PLTU Bolok menjadi salah satu pembangkit andalan yang memasok kebutuhan listrik di Pulau Timor. Melalui implementasi cofiring biomassa, PLTU Bolok terus bertransformasi mendukung transisi energi dengan memanfaatkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

"PLN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan biomassa sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. Sinergi dengan Kawasan Industri Bolok diharapkan dapat menarik minat investor sehingga ekosistem penyediaan woodchip di Nusa Tenggara Timur dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Zia.

BACA JUGA: Perkuat Kemandirian Energi, PLN Deklarasikan Implementasi B50 di Maumere

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas potensi Kawasan Industri Bolok sebagai lokasi strategis bagi pengembangan industri pengolahan dan penyediaan woodchip. Kehadiran investor diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan biomassa PLTU Bolok, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah komoditas kehutanan, serta mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal.

Direktur Utama Kawasan Industri Bolok Papy Hiskia menyatakan pihaknya siap mendukung masuknya investor yang berkomitmen mengembangkan industri biomassa di Nusa Tenggara Timur.

"Kami melihat peluang ini sebagai langkah strategis yang tidak hanya mendukung kebutuhan energi bersih, tetapi juga membuka peluang investasi baru yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah," pungkas Papy.(V-01)