Porprov NTB XII 2026 Resmi Ditutup, Kota Mataram Pertahankan Gelar Juara Umum

B

Bambang GS

Jul 26, 2026 · 15 hours ago

Porprov NTB XII 2026 Resmi Ditutup, Kota Mataram Pertahankan Gelar Juara Umum

Mataram (Visualnews) — Gemerlap dan riuk tepuk tangan ribuan penonton mengiringi penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 di GOR Turide, Mataram, Kamis (25/7/2026).

Ajang pesta olahraga terbesar se-Nusa Tenggara Barat ini resmi berakhir sukses, meninggalkan kesan mendalam sekaligus memicu semangat baru menuju panggung olahraga nasional.

​Momen sakral penutupan ditandai dengan pemadaman api Porprov secara simbolis oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Suasana haru dan bangga menyelimuti arena saat api padam, didampingi Sekda NTB Abul Chair, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, serta jajaran pimpinan daerah dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB.

​Dalam amanatnya, Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, atlet, dan official yang telah berjuang habis-habisan selama kompetisi.

​"Selamat kepada para peraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Selamat juga untuk mereka yang belum berkesempatan membawa pulang medali. Jika ada yang bertanya siapa pemenang Porprov kali ini, jawabannya adalah kita semua," ujar Miq Iqbal hangat yang disambut riuk tepuk tangan peserta.

​Miq Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan ajang empat tahunan ini bukan sekadar kompetisi lokal, melainkan batu loncatan vital menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTB akan bertindak sebagai tuan rumah. Evaluasi menyeluruh akan langsung dilakukan untuk membenahi setiap kekurangan.

​Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB mengusung dua misi utama dalam Porprov kali ini. Pertama, menjaring dan memaksimalkan potensi atlet-atlet asli daerah.

Kedua, menghadirkan penyelenggaraan yang akuntabel, bersih, menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), serta bebas dari permasalahan hukum maupun administratif.

​"Menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang adalah keniscayaan. Apa yang sudah baik kita tingkatkan, dan kekurangannya mari kita benahi bersama. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendampingi para atlet dan pengurus KONI daerah dalam menyongsong PON nanti," tegas Gubernur.

​Ketegangan persaingan sengit antar-kontingen akhirnya bermuara pada pengumuman klasemen akhir. Kota Mataram berhasil mengukuhkan dominasinya dan keluar sebagai Juara Umum setelah meraup 200 medali emas.

Hasil ini memastikan piala bergilir Porprov resmi menjadi milik abadi Kota Mataram, karena berhasil mempertahankan gelar juara umum selama tiga kali berturut-turut.

​Posisi kedua diraih oleh Kabupaten Lombok Tengah dengan torehan 117 medali emas, disusul Kabupaten Lombok Barat di urutan ketiga dengan 74 medali emas.

​Berikutnya, Kabupaten Sumbawa Barat menduduki peringkat keempat dengan perolehan 64 medali emas, menempel ketat Kabupaten Lombok Timur yang mengumpulkan 63 medali emas di posisi kelima.

Sementara itu, Kabupaten Sumbawa berada di peringkat keenam dengan 54 medali emas, diikuti Kota Bima yang mengantongi 45 medali emas, dan Kabupaten Dompu di urutan kedelapan dengan 44 medali emas.

​Dua posisi pemungkas diisi oleh Kabupaten Bima dengan 16 medali emas serta Kabupaten Lombok Utara yang mengumpulkan 15 medali emas.

​Dalam laporan resminya, Ketua KONI Provinsi NTB H. Mori Hanafi memaparkan skala luar biasa dari penyelenggaraan Porprov XII. Event ini melibatkan 51 cabang olahraga (cabor), 702 nomor pertandingan, dan menggelar lebih dari 6.000 babak kompetisi. Cabor dengan intensitas tinggi seperti pencak silat, tinju, kempo, sepak bola, hingga futsal berhasil menyedot perhatian terbanyak.

​"Dari lebih dari enam ribu babak yang dipertandingkan, mayoritas berjalan lancar. Hanya ada sedikit insiden kecil, dan itu membuktikan betapa matangnya kedewasaan berolahraga masyarakat NTB saat ini," puji Mori Hanafi.

​Tidak hanya sukses dari segi prestasi, Porprov 2026 juga membawa dampak ekonomi yang nyata. Tercatat sekitar 200 ribu penonton memadati berbagai arena pertandingan selama acara berlangsung. Pesta olahraga ini memicu perputaran ekonomi daerah yang diperkirakan menembus angka lebih dari Rp100 miliar.

​Usai seremoni penutupan, KONI NTB menegaskan tidak akan berlama-lama larut dalam euforia. Langkah cepat langsung diambil melalui pemetaan cabor, analisis nomor pertandingan, serta seleksi ketat para atlet terbaik untuk segera dimasukkan dalam program pemusatan latihan jangka panjang menuju PON 2028. (V-02)