105 DIBACA

Publik Nilai Jateng Paling Responsif Tangani COVID-19

VNEWS.ID| Publik menilai Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo paling cepat dalam merespons pandemi COVID-19. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research Center (SMRC) dengan mewawancarai 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Dari hasil survei diketahui bahwa 73 persen responden menilai Ganjar Pranowo cepat dalam mengambil kebijakan dalam menanggulangi virus Corona. Di urutan kedua ada Provinsi Jawa Timur dengan 68 persen, kemudian Pemprov DKI Jakarta 62 persen. Sedangkan provinsi yang paling lamban menangani COVID-19 adalah Banten dan Sulawesi Selatan 50 persen serta Jawa Barat 49 persen.

“Penilaian warga Jawa Tengah atas kecepatan Pemerintah Provinsi dalam menangani COVID-19 lebih tinggi dibandingkan penilaian warga lainnya,” ujar Direktur SMRC Sirojudin Abbas dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2020).

Ganjar dan Pemprov Jateng dinilai sigap menghadapi kelangkaan APD dengan membuat coverall atau pakaian hazmat sendiri. Sirojudin mengatakan Ganjar juga tiap hari berkeliling ke berbagai pelosok daerah untuk mensosialisasikan Corona dan membagikan masker serta sembako. Selain itu, desa-desa di Jateng aktif membuat posko dan balai karantina untuk mengisolasi pendatang.

Aktivitas Ganjar ini rupanya dimonitor dengan baik oleh masyarakat. Mereka bisa melihatnya melalui akun-akun media sosial Ganjar Pranowo, baik di Twitter, Facebook, Instagram, maupun YouTube.

“Oleh karena itu, Provinsi Jateng juga mendapat nilai paling tinggi dalam penilaian penanganan tingkat kabupaten/kota, dan desa. Kabupaten dan kota di Jateng berada di posisi pertama survei dengan skor 78 persen. Sedangkan pada tingkat desa, Jateng di urutan pertama dengan 79 persen,” terangnya.

Dari hasil survei ini juga diketahui bahwa 52 persen warga menilai Presiden Joko Widodo telah bergerak cepat dalam menangani pandemi Corona. Sementara itu, 41 persen warga menilai lamban dan sisanya tidak memberikan penilaian.

Survei digelar melalui telepon secara acak pada 22-25 Maret 2020 dan 9-12 April 2020. Mereka yang disurvei adalah yang sudah berusia di atas 17 tahun. Margin of error survei dengan random sampling kali ini adalah 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan jumlah responden proporsional di 34 provinsi. Khusus daerah merah diberikan oversample, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.