Rasa Aman Ditengah Gejolak

VNewsIndonesia | Di tengah situasi dunia yang bergolak secara politik, sosial, dan ekonomi, tidak mudah bagi satu negara untuk menciptakan keamanan dan keteraturan. Namun ada sepuluh negara di dunia ini yang berkategori aman dan tertib berdasarkan indeks yang dibuat oleh Gallup.

Negara-negara wilayah Skandinavia, seperti biasa, mendominasi. Sementara Indonesia adalah salah satu di dalamnya. Tidak ada satupun negara yang berasal dari benua Afrika yang dicap paling aman. Tidak ada satupun negara yang berada di benua Amerika yang distempel Gallup sebagai negara ter-aman kecuali Kanada. Wilayah Timur Tengah apalagi. Hanya Lima di Eropa, empat di benua Asia, satu di Amerika. Sedangkan jumlah negar-negara  bangsa di dunia ini sekarang ada lebih dari 200.

Mudahkah mendapatkan predikat itu? Tentu saja tidak mudah. Buat negara Indonesia, ini juga predikat yang langka. Di Asia Tenggara, cuma ada dua negara yang dipilih: Indonesia dan Singapura.

Lebih susah lagi, negara kita adalah satu-satunya negara dengan penduduk lebih dari 200 juta yang mendapatkan label itu. China, India, AS, Brasil, bahkan sempoyongan. Mengurus lebih dari 200 juta warga negara  untuk tertib dan teratur, sehingga menciptakan rasa aman pada setiap orang, tentu butuh perjuangan.

Namun kita sendiri merasa biasa-biasa saja. Sebagian kecil orang malah merasa kita hidup di tempat yang tidak aman dan berbahaya. Segelintir orang mengutuk dirinya sendiri yang hidup di tengah kekacauan dan kesemrawutan. Lalu merasa bahwa mereka yang mengatur dan mengelola negara ini bekerja awut-awutan, awur-awuran. Kemudian protes  di sana-sini. dan ngoceh di sana-sini, ujung-ujungnya menyalahkan Presidennya. Lalu minta Pak Jokowi diganti.

Ya begitulah tipikal manusia yang gagal menjadikan dirinya manusia bermartabat, terhormat, berharga. Mereka membuat keonaran di mana-mana dan sama sekali tak merasa bersalah atau keliru atau mengganggu. Mereka melontarkan kritik bahkan caci-maki, tapi sebenarnya kritik itu cuma jembatan antara, untuk menunjukkan kepada dunia, kekerdilan hati dan pikirannya. Tanpa sadar, mereka menelanjangi perilaku kebodohannya sendiri di muka umum.

Baca Juga :  Pencak Silat Memeluk Semua yang Mencintainya

Warga Menulis

Sumber: Alois Wisnuhardana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *