88 DIBACA

Terungkap Warga Jakarta Akan Dapat Bantuan dari Pemerintah Pusat 1 Juta Perbulan

VNEWS.ID| Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin  akan memberikan bantuan kepada warga miskin dan rawan miskin di Jakarta yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Hal ini terungkap dalam rapat virtual  Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, Kamis, 2 April 2020.

Bantuan sosial Pemerintah pusat ini merupakan salah satu langkah penanganan pandemi corona atau Covid-19 ii diharapkan  bisa segera terlaksana dan dieksekusi pemerintah Jakarta.

Kepada Wapres, Gubernur Jakarta Anies melaporkan ada 3,7 juta orang yang dalam posisi miskin dan rentan miskin. Mereka terdampak cukup serius dan perlu ada dukungan untuk bisa membiayai kehidupan di Jakarta

Anies juga melaporkan bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta telah mendiskusikan hal ini bersama pemerintah pusat terutama Kementerian Sosial. Bahwa 3,7 juta keluarga ini akan diberikan bantuan sejumlah Rp 1 juta rupiah per bulan, selama dua bulan ke depan.

Saat ini DKI sedang pendataan keluarga rawan miskin yang anggaran bantuannya sebagian ikut ditanggung pemerintah pusat.

“Kita perlu waktu untuk mengidentifikasi kelompok rentan miskin. Kalau masyarakat miskin di Jakarta itu jumlahnya ada 1,1 juta, mereka sudah teridentifikasi by name, by adress di Jakarta ini karena mereka selama ini dapat bantuan dari kita,” lapor Anies kepada Wapres

Dalam proses pendataan, Jakarta mengerahkan unsur masyarakat seperti PKK dan Dasa Wisma, terutama kawasan RT/RW padat penduduk lewat program Jakarta Satu. 

Dalam  pembicaraan terakhir pemprov DKI bersama kementerian terkait, menyepakati bahwa pemerintah pusat akan ikut menangani anggaran bantuan sebesar Rp 880.000 per warga rawan miskin yang belum masuk ke data Pemprov DKI Jakarta, atau sekitar 2,6 juta keluarga.

Artinya, pemerintah pusat akan ikut menggelontorkan dana sebesar Rp 4,567 triliun selama dua bulan dari total jumlah beban pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, yakni mencapai Rp 7,4 triliun untuk 3,7 juta keluarga.