Tiket Pesawat Mahal, Antara Jeritan Orang Kaya dan Berkah untuk Orang Kecil

VNEWS.ID|  Di balik masih mahalnya tiket pesawat, ternyata ada  berkah buat transportasi darat dan masyarakat kecil. Disatu sisi, mahalnya tiket pesawat membuat kalangan kelas menengah ke atas menjerit, namun buat masyarakat kecil, ini adalah sebuah berkah.

Momentum mudik  Lebaran mendatangkan  keuntungan bagi warga di sekitar jalur mudik. Tak terkecuali para pedagang “Warung Dadakan” di sekitar rest area KM 130.

Para pedagang ini beroperasi di pinggir jalan tol, dekat jalur masuk dan keluar rest area. Sejumlah penganan dan minuman seperti teh, kopi, biskuit, serta mi instan menjadi produk andalan.

Untuk menyamankan pembeli, tak lupa para pedagang menyediakan tikar atau karpet untuk konsumen bersantai.

Erni (42), salah seorang pedagang ‘warung dadakan’ menyampaikan, dirinya mulai berjualan pada hari ini, Rabu (29/5/2019).

“Lebaran tahun ini  pemudik dengan mobil dan sepeda motor sangat ramai, mungkin ini karena tiket pesawat mahal.” tuturnya.

Erni menambahkan bahwa naiknya harga tiket pesawat disatu sisi membuat orang kaya menjerit, tapi disisi lain berkah buat kami masyarakat kecil.

“ini yang namanya jalan tuhan mungkin” ungkapnya

Erni mengungkapkan, dua hari setelah Lebaran , dia dan pedagang lainnya akan berpindah lapak ke seberang. Pasalnya, pola arus mudik lebih ramai ke arah pulang atau ke Jakarta.

Seluruh pedagang ‘warung dadakan’ bermukim dekat rest area KM 130. Rumah Erni misalnya, hanya berjarak tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor.

Dia menambahkan, soal penentuan posisi lapak hal ini berdasarkan kesekapatan saja. Persetujuan posisi ini tentunya mudah disepakati, karena para pedagang masih tetangga, sehingga akrab satu sama lain.

“Abis Lebaran 2 hari jualan lagi. Kalau enggak jualan di sini, ya di rumah aja,” jelasnya.

Baca Juga :  Ke Tegal Cuma 5 Jam, Kini Afni Tak Lagi Trauma Mudik Naik Bus

Pedagang lainnya, Nurmanto  (43) menceritakan dalam masa puncak tersebut, omset ‘warung dadakan’ bisa mencapai Rp 1juta  per hari. Adapun, pada hari lain, rata-rata pedagang dapat mengantongi Rp 400 ribu per hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *