Praya (Visualnews) - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat peningkatan trafik penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur anak sekolah yang berlangsung pada 15 Juni hingga 10 Juli 2026. Tren positif tersebut berlanjut pada penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional, Pocari Sweat Run Lombok 2026, yang digelar pada 11–12 Juli 2026.
Selama periode tersebut, BIZAM menjadi salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok, baik untuk berlibur maupun mengikuti berbagai kegiatan olahraga dan pariwisata.
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan bahwa peningkatan trafik selama kedua momentum tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Lombok.
"Momentum libur sekolah yang dilanjutkan dengan penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas penumpang melalui bandara. Hal ini sekaligus mencerminkan semakin kuatnya posisi Lombok sebagai salah satu destinasi wisata dan sport tourism unggulan di Indonesia," ujar Aidhil.
Selama periode 15 Juni hingga 13 Juli 2026, BIZAM melayani 242.086 penumpang dan 2.706 pergerakan pesawat. Dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, jumlah penumpang meningkat 10,2% dari 219.614 penumpang, sedangkan pergerakan pesawat tumbuh 25,8% dari 2.151 pergerakan pesawat.
Untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan selama periode tersebut, BIZAM memastikan seluruh fasilitas operasional, pelayanan penumpang, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan berjalan optimal. Penguatan koordinasi dilakukan bersama maskapai, AirNav Indonesia, ground handling, aparat keamanan, dan instansi terkait guna memastikan operasional bandara tetap berlangsung dengan aman, selamat, tertib, dan nyaman.
Sebagai bentuk sambutan hangat kepada para peserta Pocari Sweat Run Lombok 2026, BIZAM bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan pertunjukan musik tradisional Rindik, Cilokak Sasak, serta tarian tradisional di area kedatangan hingga Taman Lombok. Penyambutan tersebut memberikan pengalaman pertama yang berkesan bagi para pelari yang tiba di Pulau Lombok sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal sejak menginjakkan kaki di bandara.
Menjelang kepulangan, suasana hangat kembali dihadirkan melalui pertunjukan tarian tradisional di ruang tunggu keberangkatan. "Kami berharap penampilan kesenian khas daerah ini dapat menjadi penutup perjalanan yang berkesan bagi para peserta, sekaligus memperkuat citra Lombok sebagai destinasi sport tourism yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan penyelenggaraan event olahraga berkelas, tetapi juga kekayaan budaya yang autentik," tutup Aidhil.(V-01)