Giri Menang (Visualnews)–Kelezatan melon hidroponik premium hasil budidaya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mambalan sukses memikat lidah para tokoh penting di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kehadiran Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Ayu Indra Rukmana Zaini, pada Selasa (14/7) sore, mengubah suasana Greenhouse Renggung menjadi penuh keceriaan saat panen perdana dimulai.
Usai mencicipi langsung potongan buah melon yang segar dan baru dipetik, Ketua PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal, tak ragu melayangkan pujian tinggi atas kualitas produk lokal ini.
"Rasanya sangat istimewa! Golden Melon terasa lebih crunchy (renyah) dan manis, sedangkan varietas Honey Glow teksturnya begitu lembut dan sangat juicy. Nanti kalau varietas Red Aroma sudah siap panen, saya mau dong diajak ikut memetik lagi," ujar Sinta sembari tersenyum puas.
Setali tiga uang, Ketua TP PKK Lombok Barat, Ayu Indra Rukmana Zaini, juga menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
Sejak awal tiba di lokasi, Ayu terus mengulik informasi teknis mengenai sistem perawatan hidroponik modern ini langsung dari pengelola kebun.
Bagi Ayu, Golden Melon tidak hanya unggul dalam rasa, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang sangat kuat.
"Meskipun karakter rasanya berbeda, keduanya sama-sama manis dan punya kualitas kelas atas," puji Ayu.
Tak sekadar memuji, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap inovasi desa, Ayu Indra langsung memborong beberapa kilogram melon segar tersebut untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Panen perdana buah melon hidroponik milik Bumdes Mambalan ini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian modern di tingkat desa.
Kepala Desa Mambalan, Sayid Abdollah Alkaff, atau yang akrab disapa Kades Apink ini menjelaskan dengan wajah sumringah, bahwa performa musim tanam kali ini benar-benar luar biasa.
"Untuk varietas Golden Melon, ini adalah panen kedua kami tahun ini. Sementara untuk jenis Honey Glow, ini menjadi debut pertama kami dan hasilnya luar biasa," ungkap Kades Apink.
Kades Apink mengisahkan, Bumdes Mambalan awalnya hanya menguji coba varietas Golden Melon. Setelah melihat hasil yang memuaskan, mereka memberanikan diri mengeksplorasi dua varietas hidroponik premium lainnya pada musim tanam kedua, yaitu Honey Glow dan Red Aroma.
Menariknya, rahasia kelezatan melon-melon ini terletak pada faktor alamnya. Kebun hidroponik ini memanfaatkan sumber mata air Renggung yang jernih, yang posisinya tepat berada di samping area greenhouse.
"Ukuran buahnya memang sengaja kami atur agak kecil demi menjaga kualitas dan konsentrasi rasa yang maksimal. Ini bukan soal ukuran besar atau kecil, ini tentang rasa. Dan rasanya boleh diadu, kualitas premium lah," tegas Kades Apink.
Lebih lanjut, Kades Apink menjelaskan karakteristik tiga varietas melon andalan desanya.
Golden Melon memiliki tekstur yang sangat renyah (crunchy), manis pekat, serta aroma khas yang memikat. Sementara Honey Glow memiliki daging buah yang lebih lembut dan sangat berair (juicy).
"Sedangkan jenis Red Aroma, merupakan varietas eksotis dengan daging kemerahan yang saat ini masih dalam proses pematangan dan bersiap untuk panen berikutnya," jelas Kades Apink.
Keberhasilan Bumdes Mambalan ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian modern di Nusa Tenggara Barat. Lewat pengelolaan greenhouse yang tepat, desa terbukti mampu menghasilkan komoditas pertanian premium yang tidak kalah saing dengan produk impor di supermarket besar. (V-02)