News #Brida NTB

BRIDA NTB Raih Predikat 'Sangat Inovatif', Siap Gandeng BRIN Garap Teknologi Isotop

B

Bambang GS

Jul 01, 2026 · 2 weeks ago

BRIDA NTB Raih Predikat 'Sangat Inovatif', Siap Gandeng BRIN Garap Teknologi Isotop
Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi (kedua kanan) memaparkan capaian yang telah dilaksanakan BRIDA NTB dalam Raker bersama Komisi IV DPRD NTB.Foto/Bridantb

Mataram (Visualnews) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses memukau Komisi IV DPRD Provinsi NTB, dalam Rapat Kerja yang digelar di Ruang Rapat Lakey, Senin (29/6/2026).

Bukan tanpa alasan, dalam rapat yang membahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Evaluasi LHP BPK RI 2025 tersebut, BRIDA NTB berhasil menyabet predikat sebagai daerah "Sangat Inovatif".

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV, Sudirsah Sujanto, bersama Sekretaris Komisi IV, H. Hasbullah Muis Konco.

Dalam paparannya, Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengungkapkan bahwa akuntabilitas lembaga yang dipimpinnya berada dalam kondisi yang sangat sehat.

"Realisasi keuangan kami mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, tidak terdapat temuan LHP BPK RI Tahun 2025 yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kegiatan BRIDA," ujar Aryadi optimistis.

Tak hanya bersih secara administrasi, BRIDA NTB juga menorehkan prestasi gemilang lewat dua indikator makro, yaitu indeks inovasi daerah menembus angka 73,25 (Kategori Sangat Inovatif). Kemudian indeks daya saing daerah mencapai 4,59, sebuah angka yang sukses bertengger di atas rata-rata nasional.

Melihat capaian tersebut, Komisi IV DPRD NTB memberikan apresiasi tinggi. Namun, BRIDA tidak ingin cepat berpuas diri. Aryadi membocorkan rencana besar yang akan dieksekusi mulai tahun 2026 ini, yaitu berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami akan memperkuat kerja sama dengan BRIN dalam pelaksanaan penelitian air bawah tanah menggunakan teknologi isotop yang direncanakan mulai dilaksanakan pada Tahun 2026," tambahnya.

Melalui langkah ini sambung Aryadi, diharapkan mampu memetakan potensi sumber daya air NTB secara lebih akurat dan ilmiah.

Salah satu poin krusial yang disepakati antara BRIDA dan DPRD NTB dalam pertemuan ini adalah komitmen besar terkait hilirisasi. Kedua belah pihak sepakat bahwa hasil riset tidak boleh berhenti hanya sampai di meja laboratorium atau menjadi prototipe semata.

Hasil kajian harus dibawa ke tahap komersialisasi agar memberikan dampak ekonomi nyata yang langsung dirasakan oleh isi dompet masyarakat.

Ke depan, BRIDA NTB ditargetkan untuk terus mengawal inovasi berkelanjutan yang menyentuh sektor riil, di antaranya pendampingan budidaya kurma dan kacang Sacha Inchi. Caranya, dengan menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang aplikatif untuk menjawab tantangan nyata para petani, peternak, dan nelayan di NTB.

"Dengan integrasi hasil riset ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, BRIDA NTB siap menjadi motor penggerak utama bagi kemajuan ekonomi berbasis sains di Bumi Gora," pungkas Aryadi. (V-02)