Mataram (Visualnews) — Demam Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol dipastikan bakal mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB).
Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTB secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dalam acara Nonton Bareng (Nobar) akbar yang akan digelar pada Senin, 20 Juli 2026, mulai pukul 03.00 WITA di Halaman Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB.
Acara ini diinisiasi langsung atas arahan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Tujuannya bukan sekadar menonton pertandingan sepak bola, melainkan menciptakan ruang publik yang hangat, aman, nyaman, dan menjadi jembatan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat tanpa adanya batasan formalitas.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik NTB, Safrudin, SH., MH., menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat persiapan matang yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Abul Chair, bersama pihak TVRI dan jajaran perangkat daerah terkait pada Jumat (18/7/2026).
Untuk memanjakan para pencinta bola yang diprediksi akan membanjiri lokasi, Pemprov NTB tidak hanya menyediakan layar raksasa super jernih. Kemeriahan bahkan sudah akan dimulai satu jam sebelum kick-off.
"Atas arahan Bapak Gubernur, nobar ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Hiburan akan dimulai sejak pukul 02.00 WITA agar masyarakat yang datang lebih awal bisa menikmati atmosfer keseruan sebelum laga dimulai," ujar Safrudin di Media Center Porprov XII NTB.
Salah satu poin menarik dari Nobar Bumi Gora ini adalah konsepnya yang ramah kantong dan mendukung ekonomi lokal. Pemprov NTB sengaja menggandeng Dinas Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UMKM untuk menghadirkan para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan di area sekitar lokasi.
Strategi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat kecil di tengah euforia pesta sepak bola dunia.
"Momentum ini tidak hanya menjadi hiburan gratis bagi warga, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka," tambah Safrudin.
Acara ini dipastikan akan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat Pemprov NTB, ASN, hingga masyarakat luas dari berbagai sudut Pulau Lombok. Sekda NTB menegaskan bahwa dalam acara ini, semua orang memiliki hak dan posisi yang sama untuk menikmati pertandingan.
"Sepak bola adalah bahasa universal yang menyatukan. Tidak ada kelas atau sekat protokoler dalam nobar ini. Pimpinan daerah, Forkopimda, dan masyarakat akan duduk bersanding dan berbaur bersama. Itulah esensi kebersamaan yang ingin dihadirkan oleh Bapak Gubernur," tegas Safrudin mengutip arahan Sekda.
Mengingat antusiasme warga yang diperkirakan membeludak, faktor keamanan menjadi perhatian utama. Satpol PP bersama Dinas Perhubungan NTB telah disiagakan penuh untuk mengatur arus lalu lintas dan area parkir.
Masyarakat yang hadir pun diimbau untuk memarkir kendaraan di kantong-kantong parkir resmi yang sudah disediakan, memastikan kendaraan dikunci ganda demi keamanan bersama, dan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Melalui Nobar Final Piala Dunia 2026 ini, Pemprov NTB berharap Bumi Gora bisa menjadi saksi kuatnya rasa persatuan, tali silaturahmi yang erat, sekaligus membuktikan bahwa NTB adalah daerah yang ramah, aman, dan penuh semangat persaudaraan. (V-02)