Perkuat Diplomasi Investasi Global, NTB Bidik Kerja Sama Strategis dengan Maroko ​

B

Bambang GS

Jul 17, 2026 · 15 hours ago

Perkuat Diplomasi Investasi Global, NTB Bidik Kerja Sama Strategis dengan Maroko  ​
DIPLOMASI: Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Sekda NTB, Abul Chair, ketika menerima perwakilan Pemerintah Kerajaan Maroko di Ruang Kerja Gubernur, Jumat (17/7/2026).

Mataram (Visualnews) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat diplomasi luar negeri dengan membuka peluang kerja sama investasi strategis bersama Kerajaan Maroko.

Langkah taktis ini ditandai dengan pemaparan langsung potensi investasi daerah oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur, Jumat (17/7/2026).

​Pertemuan penting ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif yang telah dibangun sebelumnya antara Pemprov NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko.

Fokus kemitraan mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari perdagangan, pariwisata, energi, pengelolaan sumber daya alam, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

​Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas ESDM, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB.

​"Kerja sama internasional harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Caranya adalah melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah," tegas Miq Iqbal.

​Mengusung tema pembangunan "The Islands of Endless Potentials", Miq Iqbal mempresentasikan NTB sebagai daerah dengan kekayaan potensi yang sangat beragam.

​Dengan populasi mencapai 5,81 juta jiwa yang didominasi oleh usia produktif, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta posisi geografis strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia, NTB memiliki modal kuat untuk menjadi magnet investasi internasional.

​Ada lima sektor unggulan NTB yang ditawarkan kepada Kerajaan Maroko. Pertama, NTB kini menggeser fokus ke pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Dimana saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata, 375 desa wisata, serta infrastruktur kelas dunia. Pemprov NTB menawarkan investasi di sektor perhotelan, kawasan wisata eksklusif, konektivitas penerbangan internasional, dan transportasi pariwisata.

​Kedua, sektor pertanian merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di NTB. Komoditas seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, hingga tembakau menjadi primadona. Saat ini, NTB juga tengah menggalakkan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi yang siap diintegrasikan dengan industri pengolahan.

​Ketiga, sebagai salah satu lumbung sapi potong nasional, NTB membuka peluang investasi pada pembibitan, rumah potong hewan (RPH) modern, industri pengolahan daging, produk susu, hingga proyek strategis Investment Project Ready to Offer (IPRO) Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.

​Keempat, dengan volume produksi perikanan mencapai 1,25 juta ton pada tahun 2025, NTB menawarkan investasi pada hilirisasi komoditas ekspor unggulan seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam, lengkap dengan kebutuhan pembangunan fasilitas rantai pendingin (cold chain).

​Kelima, NTB memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah, khususnya energi surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi.

Potensi ini didukung oleh 15 bendungan besar yang siap dikembangkan menjadi lokasi PLTS Terapung. Di sisi lain, kekayaan mineral seperti tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal membuka peluang besar bagi industri hilirisasi berbasis energi hijau.

​Untuk menunjukkan keseriusan dalam menyambut investor Maroko, Pemprov NTB menyodorkan sejumlah proyek siap investasi (Investment Project Ready to Offer/IPRO) di sektor akomodasi mewah dengan total nilai mencapai Rp1,61 triliun.

​Beberapa proyek komersial yang ditawarkan antara lain, Kerakas Beach Five-Star Hotel (Lombok Utara), Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, dan Kuta Heights Hotel (Kawasan Mandalika).

​Seluruh proyek tersebut dipastikan telah mendapatkan dukungan penuh berupa kesiapan infrastruktur dasar, jaminan kemudahan perizinan, serta analisis prospek pasar yang sangat menjanjikan.

​Melalui diplomasi investasi yang agresif ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap hubungan bilateral dengan Kerajaan Maroko tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan, namun juga meluas hingga transfer teknologi, beasiswa pendidikan, dan pengembangan riset pertanian modern demi kesejahteraan masyarakat NTB. (V-02)