Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa

V

Visualnews

Aug 21, 2026 · 2 jam yang lalu

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo beserta jajaran manajemen PT PLN (Persero) saat melakukan kunjungan ke PLTMG Rangko berkapasitas 20 MW, Kabupaten Manggarai Barat. PLTMG Rangko menjadi salah satu tulang punggung salam sistem kelistrikan Pulau Flores.Foto/PLN Dwipantara

Labuan Bajo (Visualnews) – PT PLN (Persero) terus memperkuat pemulihan infrastruktur pembangkit pascagempa yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, turun langsung meninjau PLTMG Rangko di Manggarai Barat, Kamis (20/8), untuk mengecek kondisi pembangkit dan kesiapan pasokan tenaga listrik bagi masyarakat.

Dari hasil peninjauan, operasional pembangkit di Flores telah kembali normal. Dengan daya mampu sebesar 137 megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 93 MW, ketersediaan daya saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Flores.

Rizal mengatakan, kurang dari 24 jam pascagempa, sistem pembangkit besar di Flores telah kembali pulih. Ini merupakan hasil kerja cepat seluruh personel PLN yang sejak terjadinya gempa melakukan pemeriksaan, pengamanan, hingga pemulihan terhadap pembangkit yang terdampak.

“Secara keseluruhan sistem pembangkitan di Flores sudah kembali normal. Ketersediaan daya juga cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Ini menjadi hal yang sangat penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” ujar Rizal.

Tidak hanya pada sistem kelistrikan utama, PLN juga telah melakukan pemulihan pembangkit di sejumlah wilayah terpencil (isolated) yang terdampak gempa. Di antaranya pembangkit yang melayani masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, serta Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur, yang kini telah berhasil diperbaiki.

Meski kondisi pembangkitan telah kembali normal, Rizal meminta seluruh jajaran PLN tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia menginstruksikan dilakukan asesmen lanjutan secara menyeluruh untuk mengevaluasi kondisi aset pembangkitan setelah gempa.

“Walaupun pembangkit sudah kembali beroperasi normal, asesmen harus dilakukan kembali secara menyeluruh. Kita perlu memastikan setiap peralatan dan infrastruktur pembangkitan benar-benar dalam kondisi aman dan siap menghadapi potensi gangguan ke depan,” katanya.

Menurut Rizal, evaluasi pascagempa juga perlu menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan ketahanan infrastruktur pembangkitan, khususnya di NTT yang memiliki karakter geografis kepulauan serta kerawanan terhadap bencana alam.

Tidak hanya mengecek pembangkit, dalam kunjungan kali ini, PLN juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan atau sembako bagi warga terdampak di Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat.

"PLN tidak hanya hadir memulihkan listrik. Kami juga ingin hadir meringankan beban masyarakat melewati masa-masa sulit ini. Ini adalah bentuk kepedulian kami di PLN terhadap masyarakat," ucap Rizal.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Rita Triani, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan tersebut sekaligus terus melakukan evaluasi terhadap seluruh aset pembangkitan pascagempa.

“Kami terus melakukan pengecekan dan asesmen terhadap pembangkit, tidak hanya untuk memastikan operasional saat ini, tetapi juga sebagai bagian dari mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan ke depan. Fokus kami adalah menjaga pembangkit tetap aman dan andal sehingga kebutuhan listrik masyarakat Flores dapat terus terpenuhi,” tutup Rita.(V-01)

Penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada penyintas gempa Flores bagi masyarakat di desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.Foto/PLN Dwipantara